Kemenkomdigi Kirim User Terminal SATRIA-1 BAKTI untuk Pemulihan Sinyal di Sumatera
Poin Penting
| ● | Kemenkomdigi kirim User Terminal SATRIA-1 dan genset ke Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk memulihkan akses internet darurat. |
| ● | Terminal SATRIA-1 memastikan konektivitas tetap berjalan meski jaringan fiber dan BTS terputus. |
| ● | Pemulihan jaringan terus berlangsung, dengan 707 dari 2.463 menara kembali beroperasi dan backbone utama di Aceh–Sumut sudah tersambung kembali. |
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mengirimkan material User Terminal SATRIA-1 BAKTI berupa perangkat internet dan genset ke enam wilayah Aceh, satu wilayah di Sumatra Utara, dan satu wilayah di Sumatra Barat pada Minggu (30/11/2025). Perangkat ini dipasang untuk membuka akses internet darurat serta mendukung percepatan pemulihan telekomunikasi di daerah terdampak bencana.
Hal ini sekaligus merupakan respons dari pernyataan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid bahwa berbagai langkah teknis dilakukan secara terpadu untuk menjaga konektivitas. "Di saat yang bersamaan Komdigi juga berkordinasi erat dengan penyelenggara satelit baik Starlink, PSN juga menguatkan downlink satelit pemerintah Satria di titik-titik terdampak," ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Diketahui, User Terminal SATRIA-1 merupakan perangkat penerima-pemancar berbasis VSAT yang menghubungkan lokasi publik ke internet melalui satelit SATRIA-1 tanpa bergantung pada jaringan fiber atau BTS terestrial. Terminal ini berfungsi sebagai akses internet yang menerima sinyal dari satelit dan mendistribusikannya secara lokal melalui modem satelit, router, atau Wi-Fi. Biasanya perangkat ini dipasang di sekolah, puskesmas, kantor pemda, pos TNI/Polri, hingga fasilitas publik di wilayah 3T.
Baca Juga
707 Menara BTS di 3 Provinsi Pulih, Kemenkomdogi Pastikan Layanan Telekomunikasi Mulai Normal
Secara teknis, terminal SATRIA-1 menyediakan konektivitas dua arah (uplink dan downlink), sehingga aktivitas data seperti akses web, aplikasi perkantoran, layanan kesehatan digital, hingga komunikasi komando tetap bisa berjalan meski jaringan darat terputus. Dalam program BAKTI, user terminal menjadi komponen kunci untuk pemanfaatan kapasitas 150 Gbps SATRIA-1 di puluhan ribu titik layanan publik.
Sebelumnya, hingga Sabtu (29/11/2025) pukul 00.00 WIB, Kemenkomdigi melaporkan 707 menara telah kembali beroperasi dari total 2.463 menara yang mengalami gangguan sejak Jumat (28/11/2025) pukul 07.00 WIB. Artinya, masih ada 1.756 menara yang tengah dalam percepatan pemulihan oleh operator.
Menara yang telah pulih berada di Aceh sebanyak 564 menara, Sumatra Utara 112 menara, dan Sumatra Barat 31 menara. Perbaikan terus dilakukan di titik-titik terdampak untuk mengembalikan layanan secara menyeluruh.
Sementara itu, sejumlah menara masih belum dapat beroperasi normal. Di Aceh, 975 dari total 3.414 menara masih bermasalah. Di Sumatra Utara, 707 dari 9.612 menara belum pulih, sedangkan di Sumatra Barat terdapat 74 dari 3.739 menara yang masih dalam penanganan.
Kemenkomdigi menegaskan koordinasi dengan operator seluler terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan BTS demi memastikan masyarakat tetap dapat mengakses komunikasi selama masa tanggap bencana.
Baca Juga
XLSmart (EXCL) Pastikan Pemulihan BTS di Aceh–Sumut Masih Berlangsung
Selain pemulihan BTS, jalur backbone di Sumatra Utara yang sempat terputus akibat longsor kini telah kembali tersambung. Ruas Rantau-Padang Sidempuan serta Sibolga-Barus-Manduamas dilaporkan beroperasi normal.
Pemulihan juga terjadi di jalur backbone Aceh, terutama pada ruas Banda Aceh-Bireun dan Samalanga. Dengan pulihnya jalur transmisi utama ini, stabilitas layanan telekomunikasi di wilayah terdampak diperkirakan terus membaik dalam beberapa hari mendatang.

