Sebanyak 116 Orang Meninggal Dunia Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Utara
Poin Penting
| ● | BNPB: 116 meninggal, 42 hilang akibat banjir bandang dan longsor di Sumut. |
| ● | Jalur Tarutung–Sibolga mulai dibuka 10 km oleh Satgas Gabungan. |
| ● | Komunikasi dipulihkan dengan Starlink, distribusi logistik terus berjalan. |
JAKARTA, Investortrust.id - Bencana banjir bandang dan longsor di Provinsi Sumatera Utara telah mengakibatkan sebanyak 116 orang meninggal dunia. Sementara itu sebanyak 42 orang masih dalam pencarian. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Dr. Suharyanto dalam paparan secara daring, Jumat (28/11/2025).
"Data ini masiha akan berkembang karena masih ada titik lokasi bencana yang belum bisa ditembus, yang mungkin masih bisa ditemkan korban lainnya," kata Suharyanto.
Dalam bencana yang terjadi sejak 25 November 2025, Suharyanto menyebut Kabupaten Tapanuli Tengah merupakan kawasan yang paling parah mengalami dampak bencana. Bahkan jalur dari Tarutung ke Seibolga di Tapanuli Tengah saat ini masih dalam proses pembukaan jalur.
Baca Juga
Banjir dan Longsor Sumatera Utara, Tapanuli Utara dan Selatan Tetapkan Tanggap Darurat
"Saat ini sudah bisa ditembus oleh Satgas Gabungan Pomdam TNI, TNI Polri, dan tim Kementerian PUPR. Setidaknya 10 km jalur sudah bisa dibuka," kata Suharyanto.
Untuk pemenuhan kebutuhan komunikasi di Tapanuli Tengah yang sempat tidak tersedia sinyal sama sekali, saat ini sudah bisa menggunakan fasilitas satelit low orbit Starlink. "Saat ini relatif sudah bisa berkomunikasi di Tapanuli Tengah, dan akan terus diperbaiki," imbuhnya.
Untuk pengiriman logistik, sejauh ini telah dilakukakn pengiriman 3 sorti bantuan kebutuhan dasar masyarakat. Nantinya Satgas akan membawa bantuan tersebut dari Bandara Pinang Sirih, untuk dibawa ke para pengungsi di Tapanuli Tengah lewat jalan darat dengan cara bermotor, maupun berjalan kaki.

