Banjir dan Longsor Sumatera Utara, Tapanuli Utara dan Selatan Tetapkan Tanggap Darurat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Bencana banjir dan longsor terjadi secara meluas di wilayah Sumatera Utara sejak pertengahan hingga pekan keempat November 2025 telah mendorong dua kabupaten, yakni Kabupaten Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan menetapkan status Tanggap Darurat.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Deli Serdang, Kota Sibolga, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Langkat, Kabupaten Padang Sidempuan, serta Kota Padang Sidempuan.
Kabupaten Tapanuli Utara menetapkan status tanggap darurat berlaku mulai 25 November hingga 9 Desember 2025. Sementara Kabupaten Tapanuli Selatan sejak 24 November hingga 7 Desember 2025. Ribuan warga terdampak bencana ini, rumah-rumah terendam, serta akses jalan dan fasilitas umum banyak yang mengalami kerusakan atau lumpuh total.
Melansir laporan BNPB, di berbagai wilayah, Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat sebelas kecamatan terdampak akibat banjir dan longsor sejak 22 November 2025. Kabupaten Tapanuli Utara mengalami bencana serupa pada 23 November 2025 dengan dua kecamatan terdampak dan satu jembatan rusak berat.
Sementara itu Kota Padang Sidempuan mengalami banjir pada 25 November 2025 yang merendam lima kelurahan dari satu kecamatan. Kabupaten Mandailing Natal melaporkan turunnya banjir pada 25 November 2025 yang berdampak pada tujuh kecamatan. Kabupaten Humbang Hasundutan mencatat lima kecamatan terdampak pada 24 November 2025. Kabupaten Langkat mengalami banjir pada 24 November 2025 yang berdampak pada empat kecamatan. Kabupaten Nias Selatan terdampak banjir pada 25 November 2025 dengan lima kecamatan terdampak. Kabupaten Deli Serdang mengalami banjir pada 25 November 2025 dengan tujuh kecamatan terdampak. Kabupaten Pakpak Bharat mengalami longsor pada 24 November dengan tiga kecamatan terdampak. Kabupaten Tapanuli Tengah juga melaporkan banjir dan longsor dengan dua kecamatan terdampak sejak 25 November 2025.
Upaya penanganan terus dilakukan oleh BPBD dan pemerintah kabupaten/kota. Di Kabupaten Langkat, petugas mengevakuasi warga dan melakukan pendataan lokasi terdampak. Kabupaten Tapanuli Tengah mengerahkan tim untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor. Di Kabupaten Deli Serdang, petugas mengevakuasi masyarakat dan mendistribusikan bantuan logistik. Kabupaten Pakpak Bharat fokus pada evakuasi dan pembersihan material longsor, sementara petugas di Kabupaten Tapanuli Utara melakukan perbaikan jalur dan pembersihan material yang menutup akses jalan. Di Kota Sibolga, pendataan dan pemantauan dilakukan di seluruh titik banjir.
Kabupaten Tapanuli Selatan mengevakuasi warga terdampak dan mendistribusikan bantuan. Kota Padang Sidempuan juga melakukan evakuasi serta pendataan rumah terendam. Kabupaten Nias Selatan memberikan layanan kesehatan dan mengevakuasi warga dari lokasi rawan. Kabupaten Humbang Hasundutan mendapat dukungan dari BPBD, Dinas Sosial, serta dinas terkait lainnya yang membersihkan material longsor dan memperbaiki jalur agar akses jalan dapat kembali dilewati. Pemerintah daerah bersama UPT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR memperbaiki kerusakan jembatan dan melakukan pembersihan material yang menyumbat aliran sungai.
Dalam situasi darurat ini, kebutuhan mendesak di Sumatera Utara mencakup penyediaan tenda darurat, pelayanan kesehatan, selimut dan alas tidur, kebutuhan air bersih, logistik makanan dan minuman siap saji, serta perlengkapan bayi. Fasilitas umum seperti jembatan, perbaikan jalur, serta normalisasi aliran sungai juga menjadi prioritas penting untuk mencegah banjir susulan.
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan dan berpotensi memperburuk situasi di daerah terdampak.

