Sinyal Telekomunikasi Aceh Lumpuh di 495 Titik, Menkomdigi Desak Operator Gerak Cepat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Layanan telekomunikasi di Aceh lumpuh di ratusan titik setelah banjir dan longsor melanda berbagai wilayah sejak Rabu (26/11/2025). Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) melaporkan bahwa kondisi ini memicu gangguan jaringan yang membuat sebagian masyarakat kesulitan mengakses layanan seluler maupun internet.
Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Kemenkomdigi mencatat 495 site tidak berfungsi, atau sekitar 1,42% dari total 34.660 site di Aceh. Kabupaten Aceh Selatan menjadi daerah paling terdampak dengan 167 site padam. Gangguan juga meluas ke Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Barat Daya, Aceh Barat, hingga Aceh Tenggara.
Gangguan disebabkan terputusnya aliran listrik PLN di beberapa lokasi serta kerusakan transmisi akibat curah hujan ekstrem. Kondisi lapangan yang masih terendam banjir dan tertutup material longsor membuat proses pemulihan berlangsung lambat di sejumlah titik.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid menegaskan pemerintah telah meminta operator seluler mempercepat perbaikan jaringan. “Ini sudah kita koordinasikan dengan operator seluler. Itu rata-rata instalasi BTS milik operator seluler,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Baca Juga
Ia menekankan pentingnya transparansi informasi dari operator kepada pelanggan. “Jadi, kita minta mereka terus memantau dan segera melakukan perbaikan, dan yang paling utama juga menginformasikan kepada masyarakat titik-titik mana saja yang terdampak,” kata Meutya.
Menurutnya, titik-titik gangguan juga telah dipublikasikan melalui laman resmi Kemenkomdigi. “Kami melalui website Komdigi sudah memberikan titik-titiknya, atas laporan dari operator seluler. Tapi kita minta operator seluler juga proaktif kepada penggunanya untuk selalu memberi tahu jika ada gangguan-gangguan. Mudah-mudahan cepat diperbaiki,” ujarnya.
Di sisi operator, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk melaporkan 80 site terdampak atau 0,19% dari total 8.746 site mereka di Aceh. Gangguan terjadi di lebih dari 25 kecamatan seperti Tapaktuan, Trumon, Kluet Utara, hingga Simpang Kiri.
PT Indosat Tbk mencatat 79 site padam (0,77%), sementara PT Telekomunikasi Selular menjadi yang paling terdampak dengan 336 site tidak berfungsi di sejumlah titik termasuk Meukek, Samadua, Singkil Utara, dan Subulussalam.
Operator kini mempercepat pemulihan dengan mengirimkan genset ke lokasi prioritas, melakukan rerouting transmisi, serta menugaskan tim lapangan untuk verifikasi dan perbaikan.
Kemenkomdigi menyatakan pemantauan dilakukan secara real-time bersama Balai Monitor SFR Banda Aceh dan pemerintah daerah. Pemulihan jaringan dilakukan bertahap mengikuti kondisi cuaca dan akses lapangan yang masih terbatas.

