Pemerintah Gerak Cepat Tangani 44 Titik Longsor dan Banjir di Sukabumi
SUKABUMI, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan sejumlah stakeholders terkait bergerak cepat menangani 44 titik longsor dan banjir yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti bersama Ditjen Bina Marga, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) mengecek titik longsor di jalan nasional Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (7/12/2024).
"Kita saat ini harus melakukan penanganan cepat. Kita lihat penanganan-penanganan sementara yang harus kita lakukan membuat DPT (dinding penahan tanah) agar tidak terjadi tanah turun lagi dan akhirnya menutupi jalan, sehingga jalur selatan ini bisa bergerak. Kemarin tertutup (jalannya) dari 44 titik yang terjadi banjir/longsor tadi, tujuh (titik) yang belum bisa kita tangani," kata Diana.
Baca Juga
Wamen Diana menambahkan, tujuh titik tersebut akan segera ditangani dalam waktu dekat.
"Belum dibuka jalannya, belum bisa. Kan harus pelan-pelan mana (titik) yang sangat krusial itu yang kita tangani,'' terang dia.
Ia pun menerangkan, nilai kerugian dari bencana alam tersebut tidak sampai Rp 1 miliar. Meski demikian, Diana menyatakan, pemerintah berupaya mengantisipasi agar banjir dan longsor tidak kembali terjadi.
''Kalau tadi kita menghitung-hitung nilai kerugiannya sih enggak sampai lebih dari Rp 1 miliar, tetapi kan kita enggak mau tambah-tambah (kerugian dari bencana alam) terus. Karena cuaca sekarang kan masih hujan terus sampai di awal Januari (2025) ini. Jadi kita harus antisipasi supaya tidak terjadi lagi,'' ucap Diana.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya menjelaskan yang paling terdampak pada masyarakat saat ini adalah pendistribusian bahan bakar minyak (BBM). Hal ini memiliki mengingat terdapat beberapa kecamatan yang belum dapat diakses.
"Terutama yang di daerah Sukabumi Selatan Timur, itu ada Sagaranten, Pabuaran, Cidolog, kemudian Cibadak itu masih belum ada akses," jelas Dede.
Kepala BBPJN Jakarta-Jawa Barat, Sjofva Rosliansjah mengatakan, penanganan dan pembersihan banjir-longsor dilakukan oleh tenaga padat karya sebanyak 35 orang di jalan nasional sepanjang 92 kilometer (km).
''Ada sekitar 35 (orang) yang tersebar ditambah dari penyedia jasa juga ada,'' bebernya.
Baca Juga
Diana menargetkan seluruh pembersihan ini harus dirampungkan dua minggu ke depan, tepat sebelum libur Natal dan Tahun Baru 2024/2025.
''Sementara ini kita tutup (jalan nasional) selama dua minggu untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Nanti ada jalur alternatif sehingga nanti masyarakat masih tetap nggak kekurangan bahan pokok dan sebagainya,'' kata Diana.

