Presiden KSPSI Dorong Kasus Pembunuhan Marsinah Dibuka Kembali
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mendorong kasus pembunuhan terhadap aktivis buruh Marsinah dibuka kembali. Dorongan itu disampaikan Andi Gani seusai menghadiri penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Marsinah oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11/2025).
"Ya tentu kita sedang membicarakan hal ini. Tadi malam juga kita membicarakan karena memang pada saat itu para pelakunya dihukum bebas. Memang sedang kita bahas langkah-langkah selanjutnya seperti apa. Karena kan beliau saat ini pahlawan nasional dan keluarga juga sangat bangga dan bahagia," katanya.
Baca Juga
Terharu Marsinah Jadi Pahlawan Nasional, Marsini Harap Perjuangan sang Adik Dilanjutkan
Andi Gani mengatakan, dorongan dibukanya kembali kasus pembunuhan Marsinah masih dalam pembahasan di internal buruh. Pembahasan ini mencuat mengingat kasus pembunuhan Marsinah yang terjadi pada Mei 1993 masih menjadi misteri.
"Masih di lingkup buruh saja. Karena kan memang masih ada tanda tanya besar mengenai peristiwa tersebut. Kenapa terjadi? Siapa pelaku sebenarnya? Apa yang menyebabkan itu terjadi? Ini kan jadi pertanyaan, sampai hari ini. Dengan gelar pahlawan nasional tentu menjadi dorongan buat pemerintah Untuk bisa membuka hal ini dengan terang benderang," kata Andi Gani.
Selain mendorong dibukanya kembali kasus pembunuhan, Andi Gani dan para buruh berencana membangun museum Marsinah. Museum itu rencananya akan dibangun di rumah nenek menjadi tempat tinggal Marsinah kecil. Museum ini dibangun untuk mengenang perjuangan Marsinah untuk kesejahteraan kaum buruh.
"Bagaimana perjalanannya, ada banyak cerita-cerita yang belum terungkap. Pada saat beliau berjuang. Bagaimana menghadapi tekanan," ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Andi Gani mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan gelar pahlawan untuk Marsinah. Prabowo, katanya, telah menepati janji kepada kaum buruh. Apalagi, proses Marsinah menjadi pahlawan nasional terbilang cepat, hanya lima bulan sejak Prabowo menyampaikan dukungannya saat peringatan Hari Buruh atau May Day di Silang Monas, Jakarta, pada 1 Mei 2025.
"Saya sebagai yang waktu itu mengusulkan pada saat May Day. Dan sangat luar biasa Pak Prabowo menepati komitmennya. Diproses sangat cepat, bulan dan tahun ini langsung diberikan pahlawan nasional," katanya.
Andi Gani menyatakan, tidak ada kendala berarti dalam proses pengusulan Marsinah sebagai pahlawan nasional. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk hingga tingkat pemerintah pusat memberikan dukungan terhadap pemberian gelar pahlawan nasional kepada Marsinah.
Andi Gani menjelaskan alasan buruh mengusulkan Marsinah sebagai pahlawan nasional kepada Prabowo. Dikatakan, Marsinah yang merupakan anggota SPSI di PT Catur Putra Surya Berjuang untuk kesejahteraan buruh hingga mengorbankan jiwanya.
"Itu yang sangat luar biasa. Tidak takut dengan ancaman. Dan itu menjadi contoh buat kami para pimpinan buruh yang saat ini sedang berjuang," katanya.
Baca Juga
Marsinah Jadi Pahlawan Nasional, Presiden KSPSI Andi Gani: Prabowo Tepati Komitmennya
Andi Gani mengatakan, perjuangan Marsinah menjadi contoh bagi dirinya dan para pimpinan buruh lainnya. Apalagi, saat itu, situasi politik Indonesia belum sebebas seperti saat ini.
"Kalau sekarang saya, Said Iqbal, Bung Jumhur teriak-teriak dengan berani karena situasi juga udah berbeda. Dan beliau berani menyatakan niat perjuangan di dalam situasi yang sangat sulit," katanya.
Diketahui, Marsinah merupakan aktivis buruh yang ditemukan meninggal dunia pada 8 Mei 1993 setelah hilang selama tiga hari. Marsinah dibunuh karena memperjuangkan kesejahteraan para pekerja PT Catur Putra Surya.

