Kapasitas Digital Nasional Menguat, Menkomdigi Optimistis Tren Kenaikan Berlanjut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid optimistis indeks daya saing digital nasional akan mencatat peningkatan signifikan pada 2026. Optimisme ini didorong efektivitas struktur baru Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) pasca-transformasi kelembagaan yang mulai berjalan penuh pada tahun pertama.
“Kita lihat indeks daya saing digital nasional meningkat dari tahun 2024 ke 2025, dari angka 38,1% ke 38,8%, naik 0,7%. Mudah-mudahan di tahun 2026 kita bisa tingkatkan terus,” ujar Meutya dalam peluncuran Garuda Spark Innovation Hub di Pos Bloc Medan, Sumatera Utara, Sabtu (8/11/2025).
Baca Juga
Wamenkomdigi Ajak Industri Telekomunikasi Adaptasi di Era AI
Meutya menjelaskan, pada 2024–2025 kementerian masih terkonsentrasi pada proses transformasi internal dari Kominfo menjadi Kemenkomdigi. Perubahan struktur organisasi membuat enam bulan pertama difokuskan pada konsolidasi, sebelum kemudian efektif berjalan pada paruh kedua tahun tersebut.
“Tahun 2024 ke 2025 kami memang cukup terkonsentrasi pada transformasi. Struktur banyak yang berubah, dan enam bulan pertama kami fokus konsolidasi internal. Baru efektif di enam bulan terakhir,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memastikan percepatan peningkatan daya saing digital akan dikawal langsung di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Ekosistem Digital. “Saya yakin di awal 2025 menuju 2026 angka ini harus jalan ke atas,” tegas Meutya.
Baca Juga
Menkomdigi Proyeksi Ekonomi Digital RI Capai Rp 35 Triliun pada 2030, Medan Wajib Ambil Bagian
Berdasarkan laporan East Ventures–Digital Competitiveness Index (EV-DCI) 2025, Indonesia mencatat skor 38,8 poin dari skala 0–100, naik 0,7 poin dibanding 2024. Indeks ini mengukur daya saing digital di 38 provinsi dan 157 kabupaten/kota melalui tiga subindeks utama: input, output, dan penunjang, dengan sembilan pilar dan 50 indikator mencakup sumber daya manusia, infrastruktur, produktivitas, kewirausahaan, hingga kapasitas regulasi daerah.
Tren kenaikan skor telah berlanjut sejak 2020. Kemenkomdigi menargetkan peningkatan lebih tinggi pada 2026, didorong percepatan pembangunan konektivitas nasional dan penguatan ekosistem inovasi digital melalui program seperti Garuda Spark.

