Prabowo Siapkan Rp 12 Triliun untuk Latih Lulusan SMA/SMK Bisa Kerja di LN
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyiapkan beasiswa khusus untuk pelatihan para lulusan SMA/SMK yang ingin bekerja di luar negeri. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin seusai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/12/2025).
Beasiswa dengan total anggaran Rp 12 triliun itu dipersiapkan untuk melatih dan meningkatkan mutu bahasa pada calon tenaga kerja ke luar negeri.
"Salah satunya adalah para lulusan SMA dan SMK yang mau ke luar negeri dipersiapkan beasiswa khusus. Insyaallah akan disiapkan Rp 12 triliun untuk pelatihan dan peningkatan mutu bahasa para calon-calon tenaga kerja yang bekerja dengan pasar luar negeri," kata Cak Imin.
Baca Juga
Bisnis Infrastruktur Kian Prospektif di Era Pemerintahan Prabowo, Investasi Naik 22,1%
Dikatakan, pemerintah akan memperbanyak beasiswa kursus kapasitas lulusan SMA dan SMK yang mau bekerja ke luar negeri. Beberapa keterampilan yang akan diberikan di antaranya keterampilan juru las, caregiver, dan hospitality.
"Kemudian kegiatan-kegiatan pelatihan bahasa bagi pasar luar negeri yang sangat besar jumlahnya," katanya.
Cak Imin mengatakan, rapat terbatas kali ini membahas mengenai langkah strategis memperkuat program pemberdayaan masyarakat. Pemerintah, katanya, menempatkan pemberdayaan ekonomi rakyat sebagai poros penanggulangan kemiskinan.
Dikatakan, Prabowo menekankan pentingnya strategi penanggulangan kemiskinan berbasis produktivitas dan penguatan kapasitas sektor rakyat.
“Beberapa poin yang dihasilkan, salah satu yang paling pokok adalah terus menciptakan penanggulangan kemiskinan yang lebih produktif. Artinya apa? Pemberdayaan akan menjadi orientasi penting dalam penanggulangan kemiskinan,” ucap Cak Imin.
Selain beasiswa, pemerintah juga akan memastikan fasilitas publik dimanfaatkan untuk memperkuat UMKM, termasuk melalui implementasi PP Nomor 7 Tahun 2021 yang mewajibkan 30% ruang komersial di bandara, stasiun, terminal, hingga rest area diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil.
“Kita juga akan menjalankan Pasar 1001 Malam di mana fasilitas punya negara yang idle dan memiliki posisi strategis akan diserahkan ke UMKM untuk dikelola supaya ada display dan eksibisi serta pemasaran yang efektif buat UMKM kita,” ujarnya.
Baca Juga
Stop Thrifting, Prabowo Minta Pedagang Pakaian Bekas Jual Produk UMKM
Selain UMKM, pemerintah juga akan mempercepat distribusi lahan dan alat produksi untuk petani berpendapatan rendah. Kebijakan ini menyasar masyarakat di desil ekonomi terbawah sebagai langkah konkret pemerataan.
“Kita akan dorong terbangunnya kepemilikan alat produksi kepada para petani dengan membagikan tanah-tanah untuk masyarakat desil 1 dengan teknis segera dimatangkan,” lanjutnya.
Rapat juga menyinggung pembatasan impor barang bekas, terutama pakaian, yang dinilai menghambat pertumbuhan industri dalam negeri.

