Gobel Kolaborasikan Gorontalo dan Sukabumi Bangun Pertanian Kedelai
Poin Penting
|
GORONTALO, investortrust.id – Anggota DPR dari Gorontalo, Rachmat Gobel, mengolaborasikan Kota Sukabumi dan Kabupaten Gorontalo untuk membangun kerja sama di berbagai bidang. Salah satunya kerja sama pengembangan pertanian kacang kedelai.
“Kedua pemerintahan bisa berbagi kelebihan dan kemampuan masing-masing agar mencapai manfaat yang optimal bagi kemajuan dan kemakmuran rakyat kedua daerah,” kata Gobel dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu (1/11/2025).
Baca Juga
Gobel menyaksikan penandatanganan kerja sama kedua pemerintah daerah di kantor Kabupaten Gorontalo, Jumat (30/10/2025). Penandatanganan dilakukan Bupati Gorontalo Sofyan Puhi dan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.
Acara itu turut dihadiri sekretaris daerah dan sejumlah kepala dinas kedua daerah. Hadir pula Wakil Bupati Gorontalo Tony Yunus, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo Roman Nasaru, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Ridwan Monoarfa, dan sejumlah pejabat lainnya.
Salah satu wujud kerja sama tersebut adalah penanaman perdana kacang kedelai di Desa Sidoarjo, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Desa ini merupakan desa transmigrasi dari Banyuwangi, Jawa Timur. Para transmigran yang datang ke Gorontalo pada dekade 1970-an itu sudah terbiasa bertanam kacang kedelai.
Pada kesempatan itu, Gobel menyampaikan istrinya berasal dari Jawa Timur, yaitu putri mantan Gubernur Jawa Timur, Sunandar Priyosudarmo.
Seusai salat Jumat bersama, acara dilanjutkan dengan penanaman kacang kedelai di Desa Sidoarjo. Sebelum penanaman, digelar dialog bersama para petani di desa tersebut. Para petani bercerita nenek moyang mereka di Banyuwangi adalah petani kacang kedelai. Mereka sendiri pernah bertanam kacang kedelai. Namun, para petani berhenti menanam kedelai karena daya serap pasar yang kurang baik.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengatakan para petani akan didampingi mulai dari cara bercocok tanam hingga penyerapan hasil panen.
"Kami juga siap membeli hasilnya, berapa pun jumlahnya, dengan harga yang baik sesuai kualitasnya,” katanya.
Dikatakan, Indonesia saat ini menjadi importir kacang kedelai. Untuk itu, Ayep Zaki bertekad agar Indonesia tak memiliki ketergantungan terhadap kacang kedelai impor.
“Rakyat Indonesia adalah konsumen tahu dan tempe yang bahannya dari kacang kedelai,” katanya.
Baca Juga
Rachmat Gobel menerangkan salah satu programnya dalam periode kedua sebagai anggota DPR adalah memiliki 10 desa binaan yang fokus pada agrowisata dan agrobisnis. Salah satunya desa agrowisata kacang di Desa Tilihuwa. \
"Yang sedang disiapkan adalah desa agrowisata pisang di Desa Toydito. Selanjutnya nanti ada desa kacang kedelai, desa kopi, desa bambu, desa coklat, dan seterusnya,” katanya.
Program ini, kata Gobel, akan bergerak dari hulu ke hilir sehingga terbangun ekosistem yang solid. Menurutnya, akan ada pergudangan, pelatihan produk hilir dari hasil pertanian tersebut, dan fasilitas desa wisata.
“Semuanya akan diintegrasikan dengan Koperasi Merah Putih yang menjadi program prioritas dari pemerintahan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
Dengan keterlibatan koperasi, kata Gobel, petani tak perlu lagi khawatir dengan permodalan, ketersediaan pupuk dan obat-obatan, serta penyerapan hasil panen.
“Biasanya petani mengeluhkan bibit, obat, dan pupuk saat menanam, serta mengeluhkan harga jual yang rendah saat panen. Dengan adanya koperasi maka hal-hal tersebut diharapkan tidak akan terjadi lagi. Khusus untuk kedelai, Pak Ayep Zaki siap menjadi pembelinya,” katanya.
Untuk tahap awal, Gobel akan menyumbang Rp 100 juta untuk koperasi. Dengan demikian, katanya, koperasi akan memiliki modal awal. Apalagi, katanya, akan ada fasilitas permodalan dari pemerintah pusat untuk Koperasi Merah Putih.
“Kita siapkan ekosistemnya, kelembagaannya, sumberdaya manusianya, dan programnya. Dengan demikian Koperasi Merah Putih bisa langsung jalan,” katanya.
Gobel mengatakan, program pertanian berbasis komunitas ini merupakan jawaban nyata untuk mengurangi angka kemiskinan di Gorontalo yang masih sangat tinggi.
“Di Tilihuwa Tingkat kemiskinannya 70%. Di Sidoarjo ini angkanya 60 persen. Mari kita bekerja bersama dengan niat yang tulus untuk memperbaiki kondisi masyarakat dan untuk kemajuan Gorontalo. Semuanya untuk NKRI tercinta,” katanya.

