Gobel Ajak Pemimpin Gorontalo Lepas Warna dan Bersatu Bangun Daerah
JAKARTA, investortrust.id – Anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Gorontalo mengajak semua pemimpin dan masyarakat Gorontalo untuk melepas warna yang melekat pada dirinya. Gobel mengajak seluruh masyarakat bersatu untuk membangun Gorontalo.
“Semuanya harus menjadi satu, sama-sama anak Gorontalo. Semuanya harus berkolaborasi dan bersatu untuk membangun dan memajukan Gorontalo,” kata Gobel dalam keterangan pers yang diterima, Jumat (10/1/2025).
Baca Juga
Hal itu disampaikan Gobel saat menerima rombongan anggota Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Kamis (9/1/2025). Rombongan itu terdiri atas Wakil Ketua DPRD Gorontalo Ridwan Monoarfa, Ketua Komisi II DPRD Gorontalo Mikson Yapanto, Sekretaris Komisi II DPRD Gorontalo Erwin Ismail, serta tiga anggota Komisi II DPRD Gorontalo, yaitu Fadli Hasan, Limonu Hippy, dan Usman Razak.
“Kita harus meninggalkan kebiasaan lama yang lebih suka menonjolkan ego kelompok dan pribadi sehingga hanya menciptakan perpecahan dan suasana yang tidak kondusif untuk Gorontalo,” kata Gobel.
Gobel mengatakan, saat ini Gorontalo serba tertinggal, yaitu lemah ekonomi, lemah moral, dan lemah etika. Gobel meyakini seluruh pemimpin dan masyarakat Gobel tidak ingin mewariskan hal tersebut kepada generasi mendatang.
"Kita justru ingin meninggalkan hal-hal baik pada generasi mendatang. Itu yang diinginkan dan ditunggu para milenial. Mereka membutuhkan harapan dan optimisme,” katanya.
Gobel menerangkan pendapatan asli daerah (PAD) Gorontalo sangat kecil, yakni hanya 26,59% dari APBD. Selebihnya anggaran Gorontalo berasal dari pemerintah pusat. Kapasitas fiskal Gorontalo berkategori lemah dan hanya unggul dari provinsi-provinsi di Papua dan Maluku. Pada sisi lain, katanya, kemampuan pemerintah pusat makin melemah sehingga transfer anggaran ke daerah terus menurun. Bahkan pada 2025 ini, Presiden Prabowo Subianto maupun Mendagri Tito Karnavian telah menyatakan akan memangkas anggaran perjalanan dinas pejabat di pusat maupun daerah dan anggaran non-substansial hingga 50%.
"Hal ini harus menjadi cambuk buat kita, khususnya Gorontalo, agar mulai membangun kemandirian. Mari kita berkolaborasi, bahu-membahu, dan bersatu padu untuk Gorontalo,” katanya.
Untuk itu, Gobel mengajak para kepala daerah, para anggota DPRD, dan para pejabat di Gorontalo untuk membangun sikap mental biropreneurship yang merupakan gabungan dari dua suku kata, yakni birokrasi dan entrepreneurship. Biropreneurship adalah membangun administrasi dan kebijakan pemerintah bukan sebagai unit yang menghabiskan biaya dan berorientasi proyek bagi keuntungan pribadi tetapi justru memberikan manfaat bagi publik serta menciptakan peluang dan keuntungan ekonomi bagi masyarakat.
“Jadi tugas kita adalah bagaimana menjadikan masyarakat berdaya sehingga terjadi lompatan pertumbuhan ekonomi. Gorontalo butuh pertumbuhan ekonomi hingga double digit untuk bisa mengejar ketertinggalan,” katanya.
Untuk membangun kemandirian tersebut, kata Gobel, perlu upaya mendatangkan investasi swasta nasional, investasi swasta lokal, maupun investasi swasta asing untuk bisa masuk ke Gorontalo.
"Untuk itu kita harus menciptakan kenyamanan sosial, kenyamanan lingkungan, kemudahan iklim berusaha, dan jaminan kepastian hukum bagi usaha. Sehingga mereka akan datang berbondong-bondong berinvestasi,” katanya.
Dengan investasi, katanya, lapangan kerja tercipta, pendapatan meningkat, dan UMKM akan tumbuh. Untuk itu, Gobel mengajak semua pihak untuk menghijaukan Gorontalo, melestarikan alam, menjaga kebersihan lingkungan, dan menciptakan spot-spot pariwisata. Ia sendiri telah mengundang investasi dari Jepang, Uni Emirat Arab, Yordania, Maroko, dan Qatar.
Sebagai pribadi, Gobel mengaku sudah melakukan penataan Danau Perintis di Bone Bolango maupun revitalisasi Menara Pakaya. Sebagai pribadi maupun sebagai anggota DPR, Gobel juga telah menyelenggarakan berbagai festival, seperti festival balon udara, festival layang-layang, festival ikan tuna, festival musik milenial, festival UMKM, dan festival Pantai Bolihutuo. Ia juga telah menata Pantai Tamendao dan kawasan Torosiaje. Ia juga berencana menata berbagai tempat lainnya.
"Kita fokusnya meningkatkan pendapatan masyarakat, bukan sekadar meningkatkan pendapatan pemerintah. Jika masyarakat sejahtera maka secara otomatis pendapatan pemerintah pun naik,” tegasnya.
Baca Juga
Empat Dubes Negara-negara Arab Kunjungi Gorontalo, Jajaki Investasi
Untuk itu ia mengajak semua pihak untuk membangun sektor pertanian, perikanan, kelautan, pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan UMKM.
“Jika dalam lima tahun ini tak ada kemajuan berarti maka masa depan Gorontalo akan berat. Manfaatkan lima tahun ini untuk membangun. Nanti tarung politiknya belakangan pas pemilu saja pada 2029. Sekarang mari sama-sama bekerja untuk Gorontalo dan untuk rakyat,” katanya.

