Wamenhaj Beberkan Langkah Pemerintah Turunkan Biaya Penerbangan Haji
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan biaya penerbangan haji tahun 2026/1447 H.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan, kebijakan tersebut dilakukan agar layanan transportasi udara bagi jemaah semakin efisien dan terjangkau.
“Beberapa hal yang akan kami lakukan dalam upaya menurunkan harga penerbangan, antara lain melakukan penyewaan pesawat secara multi-year selama tiga tahun ke depan dalam rangka menjamin ketersediaan pesawat haji,” kata Dahnil dalam rapat panitia kerja (panja) bersama Komisi VIII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Baca Juga
Jumlah Tabungan Haji Naik 13%, Bank Mega Syariah Apresiasi Nasabah Loyal
Langkah kedua, kata Dahnil, pemerintah akan memberikan peluang kepada maskapai penerbangan untuk memanfaatkan pesawat kosong dengan mengangkut penumpang umum atau kargo selama tidak mengganggu jadwal penerbangan haji.
Selain itu, Kemenhaj juga akan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait penerapan skema satu harga avtur di seluruh bandara embarkasi.
“Kami berkoordinasi dengan Kemenko Perekonomian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Pertamina agar harga avtur di semua bandara embarkasi sama dengan harga di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang merupakan harga terendah di Indonesia,” jelas Dahnil.
Dahnil juga menuturkan, kebijakan satu harga avtur sebelumnya sudah diterapkan pemerintah pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) Tahun 2024/2025, dan akan dilanjutkan kembali tahun ini.
Baca Juga
RI Ingin Rebut 30% Pangsa Pasar Ekosistem Haji dan Umrah di Arab Saudi Senilai Rp 100 Triliun
Selain kebijakan transportasi udara, pemerintah juga membahas peluang optimalisasi pesawat charter untuk penerbangan wisata.
“Kami sudah mulai berbicara terkait skema agar pesawat-pesawat charter kita juga bisa mengangkut wisatawan, misalnya dari Arab Saudi,” kata Dahnil.

