Survei: Purbaya Menteri dengan Kinerja Paling Baik
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dinilai publik sebagai salah satu menteri paling berprestasi di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Temuan tersebut disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah dalam rilis hasil survei nasional bertajuk "Satu Tahun Pemerintahan: Evaluasi dan Catatan Publik".
"Penilaian publik terhadap persepsi kerja paling baik di tingkatan menteri atau pejabat setingkat menteri yang pertama adalah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dianggap paling bekerja dengan baik 17,5%," kata Dedi di Jakarta, Selasa (21/10/2025).
Disusul Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan 15,1%. Lalu Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono 11,8%, Menko Pangan Zulkifli Hasan di 9,8%, Menteri Pemuda dan Olahraga Eric Thohir 7,4%.
Dedi menilai tingginya capaian kinerja Purbaya akan membuat dirinya semakin populer. Jika kinerja baik tersebut dipertahankan, bukan tidak mungkin Purbaya jadi sosok potensial sebagai calon wakil presiden di Pemilu 2029 mendatang.
"Apalagi kondisi hari ini tokoh-tokoh yang muncul di luar Presiden Prabowo cukup sedikit. Beberapa waktu lalu misalnya ada nama Dedy Mulyadi misalnya yang cukup populer. Faktanya dalam survei kali ini Dedy Mulyadi tidak muncul, itu artinya orang mungkin sudah mulai bergeser dari melihat tokoh-tokoh di daerah, sekarang munculnya dengan Pak Purbaya, ini dianggap sebagai alternatif," ujarnya.
Menanggapi survei tersebut, Kepala Kantor Staf Presiden Partai Keadilan Sejahtera (KSP PKS) Pipin Sopian mengatakan Purbaya memiliki gaya komunikasi yang berbeda dengan menteri Prabowo lainnya. Menurutnya gaya komunikasi seperti itu digemari Gen Z.
"Jadi di era medsos ini, Gen Z itu suka dengan yang strike to the point, tidak terlalu birokratis, tidak terlalu formalistik," katanya.
Pipin menilai Purbaya mampu menangkap apa yang jadi harapan masyarakat. Purbaya kerap mengkritik kebijakan yang cenderung elitis.
"Beliau mampu untuk menjadi juru bicaranya masyarakat kepada pemerintah," tuturnya.
Survei digelar 9-17 Oktober 2025. Survei melibatkan 1.200 responden dari 38 provinsi ini menggunakan metode Stratified Multistage Random Sampling (SMRS) dengan margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

