Begini Perkembangan Sektor Transportasi di 1 Tahun Pemerintahan Prabowo Subianto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sejumlah capaian dalam pengembangan konektivitas dan peningkatan keselamatan transportasi di seluruh sektor.
Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan, dua aspek tersebut menjadi kunci dalam mewujudkan sistem transportasi yang andal dan berkeadilan.
"Kemenhub terus mengembangkan konektivitas dan keselamatan secara serius pada seluruh lini, baik darat, laut, udara, maupun perkeretaapian. Konektivitas dan keselamatan pada sektor transportasi memiliki efek ganda bagi pertumbuhan dan pemerataan ekonomi," kata Dudy dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (21/10/2025).
Pada sektor transportasi darat, Kemenhub melaksanakan sejumlah program seperti angkutan lintas batas negara, subsidi angkutan orang dan barang, modernisasi layanan angkutan perkotaan, serta layanan perintis di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.
"Hingga Juni 2025, hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan transportasi darat mencapai 96,01%," tandas Dudy.
Di sektor laut, lanjutnya, pihaknya telah mengoperasikan 107 trayek kapal perintis dengan kapasitas 38.604 penumpang dan 16.753 ton barang, 26 kapal Public Service Obligation (PSO), 18 trayek kapal rede, serta 6 trayek kapal ternak berkapasitas masing-masing 500 ekor.
"Program Tol Laut juga terus berjalan dengan 523 pelayaran yang melayani 104 pelabuhan dari barat hingga timur Indonesia," papar Dudy.
Dudu menambahkan, pada sektor udara, terdapat 266 rute perintis penumpang, 46 rute perintis kargo, dan 1 rute subsidi udara kargo.
Berdasarkan data Sistem Informasi Angkutan Udara Perintis (Sisfoangud) per Agustus 2025, katanya, realisasi penerbangan perintis penumpang mencapai 23.404 frekuensi dengan 183.681 penumpang. Di sisi angkutan udara kargo, tercatat 3.056 frekuensi dengan total muatan 1,85 juta kg.
“Perintis masih membutuhkan dukungan pemerintah karena banyak rute yang belum ekonomis. Revitalisasi pelabuhan dan bandara juga terus dilakukan agar infrastruktur tetap berfungsi optimal,” imbuh Dudy.
Dudy turut menyampaikan, pemerintah juga telah menetapkan 36 bandara umum sebagai bandara internasional.
"Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penumpang internasional pada Januari – Agustus 2025 mencapai sekitar 13,5 juta orang, naik 9,54% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya," terang Dudy.
Lebih jauh, Kemenhub juga mengembangkan inovasi transportasi di wilayah kepulauan melalui pesawat amfibi (seaplane) dan taksi air (water taxi).
"Pada Agustus 2025, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan water aerodrome di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar sebagai titik sandar dan operasional pesawat amfibi," ungkap Dudy.
Dikatakan Menhub, pelatihan pilot pesawat amfibi dilakukan melalui kerja sama dengan Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi yang menjadi lembaga pelatihan pertama di Asia Tenggara untuk jenis penerbangan tersebut.
Adapun pengoperasian taksi air direncanakan di pantai barat Pulau Bali, menghubungkan kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan Pantai Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, hingga Uluwatu.
"Fasilitas ini diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan, meningkatkan mobilitas, serta mendukung transportasi, logistik, layanan kesehatan darurat, dan pengembangan pariwisata di pulau-pulau kecil," tutur Dudy.
Baca Juga
DPR, Pemerintah, dan Asosiasi Pengemudi Logistik Sepakat Bentuk Tim Wujudkan Zero ODOL 2027
Dari sisi keselamatan, Kemenhub mencatat penurunan angka kecelakaan selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru 2024/2025) sebesar 13,96%, dari 3.991 kasus menjadi 3.434 kasus.
"Sedangkan pada Lebaran 2025, angka kecelakaan turun 31,37%, dari 2.152 kasus menjadi 1.477 kasus. Jumlah korban meninggal juga berkurang dari 324 menjadi 223 orang, turun 32%," terang Dudy.
Terkait keselamatan barang, Kemenhub memperkuat penanganan truk over dimension over loading (ODOL) dengan menggenjot kebijakan zero ODOL di 2027 mendatang.
“Penanganan ODOL harus segera dilakukan agar tidak ada lagi korban. Semakin cepat diterapkan, semakin baik untuk keselamatan dan daya saing logistik nasional,” tegas Dudy.
Ihwal itu semua, Menhub menggarisbawahi, langkah Kemenhub dalam menggeber konektivitas Tanah Air senada dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang memiliki tujuan pemerataan di setiap daerah Nusantara.
"Seluruh capaian tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun konektivitas nasional yang merata dan meningkatkan keselamatan transportasi di seluruh wilayah Indonesia," pungkas Dudy.

