Cegah Penipuan Siber, Kemenkomdigi dan Shopee Luncurkan 'Buku Aman'
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) dan Shopee meluncurkan buku edukatif bertajuk “Buku Aman: Antisipasi Modus Penipuan Mengatasnamakan Shopee." Kerjasama ini bertujuan memperkuat literasi digital di tengah meningkatnya kejahatan siber.
Kapusbang Literasi Digital BPSDM Kemenkomdigi, Rizki Ameliah menjelaskan, pemerintah akan terus berfokus pada tiga pilar utama dalam menekan penipuan online, yakni edukasi publik, pendampingan platform digital, dan penindakan hukum.
“Kami melakukan literasi digital dari hulu ke hilir. Edukasi kepada masyarakat, kerja sama dengan platform digital, hingga pemutusan konten negatif bersama aparat penegak hukum,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/10/2025).
Menurut Data Kemenkomdigi, kasus penipuan digital terus meningkat hampir di semua sektor, termasuk e-commerce, media sosial, hingga perbankan. Karena itu, pemerintah memperkuat ekosistem digital melalui kolaborasi lintas pihak, hingga kanal pelaporan publik seperti aduankonten.id dan cekrekening.id untuk memverifikasi potensi penipuan.
Baca Juga
Industri Perbankan Hadapi Tantangan Digital dan Kejahatan Siber
Dari sisi industri, Shopee Indonesia melihat tren penipuan online kian kompleks. Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita mengungkapkan, data Global Anti-Scam Alliance (GASA) tahun 2025, sekitar 66% masyarakat Indonesia pernah hampir menjadi korban penipuan digital.
“Tiga modus yang paling sering muncul adalah phishing, lowongan kerja palsu, dan penipuan yang mengatasnamakan institusi seperti Shopee,” ujar Dito.
Ia menambahkan, fitur Cek Fakta Shopee telah digunakan lebih dari 250 ribu kali sepanjang semester I 2025 untuk memverifikasi laporan pengguna terkait penipuan. Perusahaan juga menegaskan tidak pernah meminta data pribadi seperti OTP atau PIN, dan seluruh transaksi resmi harus dilakukan di dalam aplikasi.
Melalui peluncuran Buku Aman, Shopee berharap masyarakat dapat lebih waspada terhadap modus kejahatan siber. Nantinya buku digital ini juga akan terus di-update dan bisa diunduh gratis oleh masyarakat.

