Wakil Ketua Komisi V DPR Dukung Penataan Infrastruktur Pesantren Pascatragedi Al Khoziny
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda mendukung langkah pemerintah untuk menata dan menetapkan standarisasi infrastruktur bangunan pesantren di Indonesia. Menurutnya negara tidak boleh membiarkan pembangunan infrastruktur pesantren tanpa standar kelayakan dan keselamatan yang memadai
"Negara harus hadir memastikan keamanan dan kenyamanan para santri yang tinggal dalam jangka waktu lama di lingkungan pesantren," kata Huda di Jakarta, Senin (13/10/2025).
Huda menilai pembangunan infrastruktur pesantren selama ini cenderung diserahkan sepenuhnya kepada inisiatif masyarakat. Pemerintah belum memiliki mekanisme yang tegas dalam memastikan setiap pembangunan memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan bangunan.
"Selama ini, banyak pesantren berdiri secara swadaya. Mereka mengandalkan kemampuan finansial pengasuh dan donasi masyarakat. Akibatnya, pembangunan dilakukan seadanya, terkadang mengabaikan aspek keselamatan. Di sinilah negara harus hadir," ujarnya.
Menurutnya, negara memiliki tanggung jawab moral untuk membantu penyediaan infrastruktur yang layak dan aman. Terutama kepada pesantren yang telah lama berdiri dan terbukti memberikan kontribusi besar terhadap pendidikan nasional. Ia menambahkan, sudah selayaknya negara turun tangan memastikan lingkungan belajar mereka memenuhi standar keselamatan.
Sementara itu, terkait pembangunan kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Huda meminta pemerintah untuk segera memberikan bantuan nyata.
"Pesantren ini telah berusia ratusan tahun dan menghasilkan banyak lulusan unggulan di bidang agama maupun umum. Negara wajib membantu agar keberlanjutan pendidikan di Al Khoziny tetap terjamin," ucap Huda.
Ia juga meminta agar semua pihak menghormati proses hukum yang tengah dilakukan oleh Polda Jawa Timur terkait dugaan kelalaian dalam peristiwa ambruknya Ponpes Al Khoziny. Ia meminta agar upaya penegakan hukum tidak menghambat proses pemulihan dan pembangunan kembali fasilitas pendidikan.
"Ini musibah besar. Yang paling sedih tentu pengasuh dan keluarga besar pesantren. Karena itu, bantuan untuk membangun kembali Ponpes Al-Khoziny harus dipisahkan dari proses hukum yang sedang berjalan. Fokus kita adalah menjamin keselamatan dan masa depan para santri," kata dia.

