Tujuh Karyawan Ditemukan Meninggal, Freeport Hentikan Pencarian Korban
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Seluruh tujuh karyawan PT Freeport Indonesia yang sebelumnya dinyatakan hilang akibat longoran material basah telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Setelah 27 hari penuh perjuangan tanpa henti, PT Freeport Indonesia secara resmi menghentikan upaya pencarian dan penyelamatan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Mimika, Papua.
Evakuasi korban terakhir berhasil dilakukan pada Minggu, 5 Oktober 2025. Operasi penyelamatan ini merupakan hasil kerja sama antara tim penyelamat Freeport Indonesia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Polres Mimika, Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Keberhasilan ini sekaligus menandai berakhirnya misi pencarian yang berlangsung nyaris sebulan dan berlangsung dalam kondisi ekstrem.
Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengungkapkan bahwa proses penyelamatan ini dilakukan dengan kerja keras tanpa henti siang dan malam, menghadapi risiko keselamatan yang sangat tinggi serta tantangan medan yang luar biasa berat. “Proses penyelamatan yang membutuhkan waktu yang cukup panjang dengan tantangan lokasi dan volume material basa yang jumlahnya mencapai sekitar 800 ribu ton,” jelas Tony dalam pernyataannya yang diterima Senin (6/10/2025).
Tony menyampaikan duka cita yang mendalam atas kehilangan tujuh anggota keluarga besar Freeport Indonesia. Lima korban terakhir yang berhasil dievakuasi pada Minggu telah teridentifikasi oleh kepolisian dan tim medis, yaitu Xaverius Magay, Holong Silaban, Dadang Hermanto, Balisang Delile, dan Victor Batisda Balesteros. Mereka merupakan karyawan kontraktor PT Redpath Indonesia yang bekerja di tambang bawah tanah tersebut. Sebelumnya, dua korban lainnya telah ditemukan dalam waktu terpisah.
Baca Juga
Siang-Malam Dikebut, Pencarian 5 Pekerja Freeport Masih Berlanjut di Tambang Grasberg
“Bagi saya pribadi, mereka bukan hanya rekan kerja, tapi bagian dari keluarga besar Freeport Indonesia. Kehilangan ini meninggalkan duka yang mendalam, dan kami bersama-sama merasakan kesedihan yang dirasakan oleh keluarga mereka. Kepergian saudara-saudara kami ini merupakan suatu kehilangan yang sangat besar dan menyedihkan bagi keluarga besar Freeport,” ujar Tony Wenas.
Jenazah seluruh korban akan dibawa ke Jakarta sebelum dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Khusus jenazah Xaverius Magay yang berasal dari Papua Tengah, akan dimakamkan di Kuala Kencana, Mimika.
Dalam pernyataan resminya, Tony juga mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung upaya penyelamatan ini. “Saya juga ingin menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim penyelamat Freeport Indonesia dan seluruh pihak terkait yang telah bekerja tanpa lelah siang malam dengan mengerahkan seluruh keahlian dan keberanian mereka,” ujarnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada semua pihak yang memberikan dukungan baik berupa tenaga, pikiran, maupun doa. Tony berharap seluruh keluarga yang ditinggalkan, serta segenap karyawan Freeport Indonesia, diberikan kekuatan dalam menghadapi masa sulit ini.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menguatkan kita semua dalam menghadapi masa sulit ini,” tutup Tony Wenas dalam pernyataannya yang penuh empati dan kesedihan mendalam.

