Tragedi Fernando Martin di Labuan Bajo: 3 Jenazah Ditemukan, 1 Anak Dalam Pencarian
Poin Penting
|
LABUAN BAJO, investortrust.id — Hingga 8 Januari 2026, proses pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo masih berlangsung. Dari empat anggota keluarga pelatih Valencia Femenino B Fernando Martin, tiga jenazah telah ditemukan, sementara satu anak masih dalam pencarian.
KM Putri Sakinah tenggelam pada 26 Desember 2025 di sekitar Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT. Kapal pinisi tersebut membawa wisatawan, termasuk empat warga negara Spanyol, dan menjadi salah satu tragedi laut terbesar di kawasan wisata Labuan Bajo.
Atas tragedy itu, operasi pencarian telah dilakukan. Fernando Martín Carreras ditemukan pada 4 Januari 2026 di sekitar perairan Pulau Seraya dan Pulau Rinca, sepuluh hari setelah kapal karam.
Baca Juga
Diawali Hening Cipta untuk Fernando Martin, La Liga Kembali Bergulir
Anak pertamanya lebih dulu ditemukan meninggal dunia pada 29 Desember 2025. Sementara anak kedua berhasil diidentifikasi pada 7 Januari 2026 melalui pemeriksaan gigi setelah ditemukan di dalam bangkai kapal.
Hingga laporan terakhir, satu anak lainnya belum ditemukan, dan tim SAR gabungan terus menyisir perairan Pulau Padar dengan dukungan nelayan lokal.
Keluarga korban menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras tim SAR Indonesia yang tetap beroperasi meski cuaca buruk dan arus laut kuat. Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta juga memberikan penghargaan atas koordinasi lintas lembaga dalam penanganan tragedi ini.
Rencananya, jenazah Fernando Martin dan salah satu anaknya yang telah ditemukan akan dikremasi di Bali sebelum abunya dibawa pulang ke Spanyol. Proses ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir sebelum keluarga besar menerima mereka di tanah air.
Dua perwakilan keluarga korban, dengan air mata dan tangan terkatup, memohon kepada tim SAR agar pencarian anak pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Fernando Martin Carreras, bisa dilanjutkan.
Momen haru itu terekam dalam video yang dibagikan Basarnas Maumere. "Kami paham semua Lelah. Tapi, tolong beri kami sedikit lagi upaya. Terima kasih dari hati kami yang terdalam," kata keluarga korban, yang diterjemahkan oleh Budi Widjaja, Ketua DPC Gahawisri Labuan Bajo, pendamping keluarga di lokasi.
Baca Juga
Valencia Berduka, Pelatih Tim Putri Fernando Martin Meninggal Kecelakaan di Labuhan Bajo

