CSIS-Gateway House Dorong Kerjasama Indonesia-India di Tengah Dinamika Global
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Center for Strategic and International Studies (CSIS) bersama dengan Gateway House Indian Council on Global Relations menggelar diskusi bertajuk Dialog Jalur 1.5 Kedua India-Indonesia. Direktur Eksekutif CSIS, Yose Rizal Damuri, menyatakan pentingnya memperdalam hubungan bilateral antara Indonesia dan India, terutama di tengah kondisi global yang terus berkembang.
Gagasan dialog ini sebenarnya muncul sudah cukup lama, saat saya dan Manjit melakukan percakapan, terutama selama kolaborasi intensif kita di T20 dan G20 Indonesia, serta di India. Tahun lalu, berkat Duta Besar Chakravorty dan juga Duta Besar Ina Krisnamurthi, mereka kembali mengangkat gagasan ini dan membuatnya bisa terlaksana saat itu," kata Yose dalam pembukaan acara tersebut di Pakarti Center, Jakarta, Senin (15/9/2025).
Yose menekankan bahwa dialog ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan membangun kepercayaan di antara kedua negara. Menurutnya, meskipun Indonesia dan India memiliki banyak kesamaan aspirasi dan pandangan, masih ada kesenjangan besar antara potensi hubungan bilateral dan kurangnya pengetahuan satu sama lain.
"Kami menyadari adanya kesenjangan besar antara potensi hubungan bilateral dan kurangnya pengetahuan di antara kedua negara," kata Yose, Senin.
Ia menyoroti keberhasilan dialog pertama yang diadakan tahun lalu di India, di mana para ahli, pejabat, dan pemimpin bisnis berkumpul untuk membahas berbagai isu, mulai dari pertahanan dan keamanan hingga rantai pasokan dan keamanan siber.
"Dialog kami tahun lalu cukup berhasil, yang berarti kami banyak belajar satu sama lain," ujarnya.
Baca Juga
Jurnalis India dan Indonesia Berbagi Ilmu Terkait Gender Reporting
Yose menjelaskan, dalam dialog pertama, kedua negara membahas gagasan kerja sama yang dapat meningkatkan hubungan lebih jauh, seperti transisi energi, atau kerja sama pertahanan dan maritim. Hasil dari dialog pertama juga diakui dalam pernyataan bersama Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Narendra Modi saat kunjungan Presiden Prabowo ke India pada Januari tahun ini, yang menjadi indikasi pengakuan kedua negara akan pentingnya kerja sama ini.
Kemudian untuk dialog kedua, CSIS akan memperdalam studi dan membahas kerja sama fokus pada area-area baru yang relevan dengan dinamika global saat ini, seperti konektivitas digital, ketahanan bencana, ketahanan pangan, kesehatan dan farmasi.
Ia berharap dialog ini dapat menghasilkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan hubungan kedua negara, serta membangun fondasi kepercayaan, ketahanan, dan inovasi jangka panjang. Menurutnya kolaborasi ini sejalan dengan semangat Prinsip Bandung yang relevan di tengah dinamika global saat ini.
Sementara itu Fellow for Foreign Policy Studies Gateway House, Rajiv Bhatia menekankan pentingnya mengenang kembali sejarah hubungan antara India dan Indonesia sebagai landasan untuk memperkuat kerja sama di masa depan. Ia menyoroti dua tokoh India yang memiliki peran penting dalam sejarah persahabatan kedua negara, yakni Rabindranath Tagore dan Biju Patnaik.
Bhatia mengatakan, semangat kerendahan hati dan tanpa keangkuhan Tagore menunjukkan bahwa hubungan India-Indonesia dibangun atas dasar kesetaraan dan saling menghormati. Sementara Patnaik secara heroik membantu para pemimpin Indonesia, Sutan Sjahrir dan Mohammad Hatta melarikan diri dari penangkapan Belanda.
"Mari kita bersikap jujur, lugas, dan konstruktif, sehingga kita benar-benar bisa mengatakan bahwa semua kesulitan perjalanan ini sepadan karena kita telah menyumbangkan sesuatu yang nyata," ungkapnya.

