Afghanistan Diguncang Gempa M6,0, BMKG Pastikan Tak Berdampak ke Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Afghanistan diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,0 pada Senin (1/9/2025) pukul 02.17 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan episenter gempa berada di darat sekitar 27 kilometer timur laut Kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, pada kedalaman dangkal sekitar 8 kilometer.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini termasuk kategori gempa dangkal atau shallow crustal earthquake. Gempa terjadi akibat aktivitas sesar aktif yang dipicu tumbukan antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).
Menurut Daryono, gempa ini dipastikan tidak berdampak langsung ke wilayah Indonesia. Namun, lokasi perbatasan Afghanistan–Pakistan secara tektonik memang rawan gempa karena berada di zona tumbukan lempeng. Lempeng India bergerak ke utara dengan kecepatan sekitar 10 milimeter per tahun, menimbulkan tekanan besar pada kerak bumi dan meningkatkan potensi gempa besar.
Baca Juga
Gempa Dahsyat Guncang Afghanistan Timur, Lebih dari 620 Orang Meninggal Dunia
Di kawasan tersebut terdapat Chaman Fault, sesar aktif sepanjang lebih dari 850 kilometer yang menjadi batas Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas sesar ini kerap menghasilkan gempa dengan karakteristik merusak, terutama bila kedalaman hiposenter dangkal.
“Gempa ini sangat merusak karena memiliki kedalaman hanya sekitar delapan kilometer. Gelombang seismik tidak sempat kehilangan banyak energi saat mencapai permukaan, sementara di sana banyak bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa,” ujar Daryono.
Guncangan gempa dilaporkan terasa hingga Islamabad dan Lahore di Pakistan. Dampaknya cukup parah, menyebabkan banyak bangunan runtuh dan menimbulkan korban jiwa lebih dari 1.000 orang. Hingga Rabu (3/9/2025) pukul 17.40 WIB, BMKG mencatat setidaknya tiga kali gempa susulan dengan magnitudo 5,2; 4,2; dan 4,0.

