Gempa Dahsyat Guncang Afghanistan Timur, Lebih dari 620 Orang Meninggal Dunia
Poin Penting
|
KABUL, Investortrust.id — Suasana duka menyelimuti Afghanistan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 melanda wilayah timur negara itu pada Minggu malam (31/8/2025). Pemerintah Taliban menyampaikan, sedikitnya 620 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.300 lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.
Gempa yang terjadi pukul 23.47 waktu setempat berpusat 27 kilometer di timur laut Kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, dengan kedalaman hanya delapan kilometer. Pusat Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut kedalaman yang dangkal membuat dampak kerusakan menjadi semakin parah. Getaran besar diikuti beberapa gempa susulan menyebabkan kepanikan dan runtuhnya bangunan di berbagai titik.
Banyak rumah di Afghanistan dibangun dari beton, bata, bahkan hanya menggunakan tanah liat dan kayu, sehingga tidak mampu menahan guncangan kuat. “Anak-anak berada di bawah reruntuhan. Lansia berada di bawah reruntuhan. Orang-orang muda berada di bawah reruntuhan,” ujar seorang warga di Distrik Nurgal, Kunar, yang wilayahnya termasuk paling parah terdampak. Ia memohon pertolongan dengan penuh harap, “Kami butuh bantuan di sini. Jangan biarkan kami sendirian menarik orang-orang yang terkubur,” seperti dikutip TheKoreaTimes.com, Senin (1/9/2025).
Kisah pilu juga datang dari Sadiqullah, warga Maza Dara, Nurgal, yang kehilangan istri dan dua anaknya. “Saya setengah terkubur dan tidak bisa keluar. Kami terjebak selama tiga hingga empat jam sampai orang-orang dari daerah lain datang menolong,” tuturnya dari Rumah Sakit Nangarhar. Ia mengatakan sempat berhasil menyelamatkan tiga anaknya, namun sisanya tertimbun reruntuhan rumah.
Rekaman yang beredar memperlihatkan korban dievakuasi menggunakan tandu menuju helikopter, sementara warga menggali reruntuhan dengan tangan kosong. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Abdul Matin Qani, mengungkapkan 610 orang tewas di Kunar, sedangkan di Nangarhar tercatat belasan korban meninggal serta ratusan lainnya terluka. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah karena banyak daerah sulit diakses akibat kondisi geografis pegunungan.
Baca Juga
Tembus 1.700, Korban Tewas Gempa Myanmar Diperkirakan Terus Bertambah
Juru bicara Kementerian Kesehatan, Sharafat Zaman, mengatakan tim medis dari Kunar, Nangarhar, hingga Kabul telah dikerahkan ke lokasi bencana. Ia menegaskan, “Angka korban masih bisa berubah seiring laporan yang terus masuk.” Pemerintah Taliban melalui juru bicara Zabihullah Mujahid berjanji menggunakan seluruh sumber daya yang ada untuk menyelamatkan nyawa warga yang masih tertimbun.
Kota Jalalabad yang dekat dengan perbatasan Pakistan juga terdampak. Kota dengan populasi sekitar 300 ribu jiwa ini dikenal sebagai pusat perdagangan dan pertanian, sehingga kerusakan akibat gempa diperkirakan akan memengaruhi aktivitas ekonomi setempat.
Afghanistan memang kerap diguncang gempa besar. Pada Oktober 2023, gempa bermagnitudo 6,3 menewaskan ribuan orang. Kala itu, pemerintah Taliban melaporkan sedikitnya 4.000 korban jiwa, sementara PBB mencatat sekitar 1.500 orang meninggal. Bencana terbaru ini kembali menjadi salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah negara tersebut, menambah penderitaan rakyat di tengah situasi sosial dan ekonomi yang sudah sulit.

