4 Orang Tewas dalam Unjuk Rasa di Jakarta dan Makassar, Menko Zulhas Ajak Anggota Apkasi Berempati
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menko Pangan, Zulkifli Hasan mengajak anggota Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) berempati kepada masyarakat, menyusul tewasnya empat orang dalam aksi unjuk rasa di Jakarta dan Makassar.
Di Jakarta, pengemudi ojol, Affan Kurniawan tewas akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat ia ikut berunjuk rasa, antara lain untuk menuntut penghapusan tunjangan anggota DPR di depan Gedung DPR, Senayan, Kamis (28/8/2025) malam.
Di Makassar, tiga aparatur sipil negara (ASN) tewas saat bertugas. Mereka terjebak di Gedung DPRD Makassar yang dibakar massa dalam aksi unjuk rasa, Jumat (29/8/2025) malam sebagai bentuk solidaritas terhadap Affan Kurniawan.
Baca Juga
Demonstrasi Meluas, Kapolri Pastikan Pengamanan Ketat: Demo Wajib Sesuai Aturan
Ketiga ASN tersebut adalah Muh Akbar Basri (staf DPRD Kota Makassar), Syahrina Wati (staf DPRD Kota Makassar), dan Syaiful Akbar (kepala seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Tanah Ujung). Dua gedung DPRD dan 67 mobil turut hangus terbakar.
“Mari teman-teman DPR, teman-teman DPRD, kita ini wakil rakyat, mari kita berempati,” kata Menteri yang akrab disapa Zulhas itu saat menutup Apkasi Otonomi Expo 2025, di ICE BSD, Banten, Sabtu (30/8/2025).
Zulhas berharap Polri mengusut tuntas peristiwa yang menimpa Affan Kurniawan. Penegakan hukum yang adil harus dilakukan secara transparan dan terbuka.
Zulhas mengatakan, para pejabat harus merasakan apa yang dikeluhkan masyarakat. Di sisi lain, para pemimpin daerah harus menyatukan visi kebangsaan.
Baca Juga
Demo Masih Berjalan, LRT Jabodebek Tingkatkan Keamanan di 8 Stasiun
“Kita keluarga besar, di bawah komando Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami meyakini beliau sedang berusaha keras untuk meluruskan cita-cita Indonesia merdeka,” ujar dia.
Zulhas mengklaim bahwa Prabowo sedang menegakkan ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong dan kekeluargaan. “Indonesia maju bersama-sama. Bukan ekonomi kapitalis. Bukan ekonomi yang besar saja yang menang,” tegas dia.

