Prabowo Ratas Bersama Menteri Bidang Ekonomi, Tancap Gas Jelang 2026?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) bersama para menteri dan kepala badan/lembaga bidang ekonomi di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025) sore. Sejumlah menteri dan kepala badan/lembaga tampak tiba ke Istana Negara secara berturut-turut mulai pukul 15.00 WIB.
Dalam pertemuan terbatas itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menjadi yang pertama keluar dari Istana Negara. Keduanya keluar dan menyapa awak media tepat pukul 17.30 WIB.
Menurut Amran, ia melaporkan kepada Prabowo terkait dengan perkembangan percepatan optimalisasi lahan dan cetak sawah. Ia berujar, hal tersebut berkaitan dengan target pemerintah untuk mencapai swasembada pangan secara berkelanjutan.
"Kalau cetak sawah selesai, secara bertahap selama tiga tahun berturut-turut, ini akan membuat swasembada ke depan sustain, berkelanjutan," katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Amran menambahkan, ia juga melaporkan kepada Prabowo berkaitan dengan harga beras di lapangan. Ia mengeklaim, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah memastikan harga beras telah berangsur turun.
"Kita akan melakukan operasi pasar besar-besaran berkelanjutan sampai Desember. Dan beras yang kita siapkan, SPHP adalah sebanyak 1,3 juta ton sampai Desember. Kita target ke depan harga beras berangsur-angsur turun," jelasnya.
Berbeda dengan Amran, Agus Gumiwang justru bergegas meninggalkan awak media tanpa memberikan sedikit keterangan.
Setelah itu, Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tampak keluar sekitar pukul 17.35 WIB. Kepada awak media, AHY mengungkap Prabowo menginstruksikan kepada para menteri untuk fokus terhadap sejumlah agenda prioritas.
Terutama dalam agenda ekonomi dan pembangunan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga
Prabowo Bentuk 2 Badan Baru, Sri Mulyani: Pasti Ada Anggarannya
"Jadi tadi kami mendengar dari beberapa menteri lain yang juga melaporkan perkembangan misalnya terkait dengan upaya untuk mencapai swasembada pangan, termasuk juga bagaimana upaya untuk pengembangan ekonomi di berbagai daerah, di semua sektor," ungkap AHY.
Tidak lama kemudian, Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani kompak meninggalkan Istana Negara sekitar pukul 17.36 WIB. Keduanya tidak meladeni awak media, termasuk memberikan penjelasan terkait ratas bersama Prabowo.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Wakil Menteri BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Donny Oskaria, berbarengan keluar dari Istana Negara sekitar pukul 17.37 WIB. Di belakang keduanya, ada Menteri BUMN Erick Thohir yang bergegas menuju kendaraan pribadi. Baik Donny maupun Erick tidak bersedia memberikan keterangan kepada awak media.
Bahlil Lahadalia mengungkap, Prabowo dalam rapat terbatas sore tadi turut membahas bagaimana prospek pertumbuhan ekonomi di tahun 2026 dapat tercapai.
"Kita bahas tentang ekonomi ya, terus program 2025 yang masih pending dan perlu diselesaikan. Kemudian bicara soal prospek 2026 dalam rangka pertumbuhan ekonomi," jelas Bahlil.
Setelah Bahlil, secara berturut-turut keluar dari Istana Negara, adalah Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, dan Menko bidang Pangan Zulkifli Hasan.
Zulkifli Hasan menjelaskan Prabowo memberikan arahan khusus agar program waste to energy dipercepat. Menurutnya, Prabowo meminta agar proses administrasi yang semula dijadwalkan enam bulan dipangkas menjadi tiga bulan agar target penyelesaian proyek dalam 18 bulan bisa tercapai.
“Saya tadi mengatakan, kami sudah selesai tanda tangan. Tinggal nunggu perpres 1-2 hari ini turun. Maka proses 6 bulan untuk administrasi, 1,5 tahun untuk pengerjaan, mudah-mudahan 2 tahun persoalan sampah kita bisa atasi. Tapi tadi Presiden menegur kami, jangan 6 bulan administrasi, 3 bulan kalau bisa. Sehingga 18 bulan bisa selesai, kita usahakan,” ujarnya.
Selain itu, rapat terbatas juga membahas terkait perkembangan program koperasi desa yang kini sudah mulai berjalan. Menko Pangan menyebut bahwa implementasinya masih menunggu turunan peraturan dari Kementerian Keuangan.
“Mudah-mudahan dalam waktu singkat, satu minggu, dua minggu ini bisa selesai,” katanya.
Pada rapat persebut, Zulkifli Hasan alias Zulhas turut melaporkan capaian bantuan pangan sebesar 360 ribu ton yang telah tersalurkan. Zulhas menambahkan bahwa program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dengan target 1,3 juta ton masih berjalan lambat karena rata-rata distribusi harian baru mencapai 6 ribu ton.
“Target kita 30 ribu ton satu hari. Sehingga dalam tempo 1-2 bulan bisa selesai. Sehingga di mana-mana nanti pasar akan dibanjiri SPHP. Kalau ada kenaikan otomatis kalau SPHP turun, tentu akan bisa diatasi,” ucap Zulhas.

