HUT ke-80 RI, Dompet Dhuafa Ajak Seluruh Pihak Gotong Royong Merdeka dari Kemiskinan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dompet Dhuafa menggelar Sarasehan Tokoh Bangsa dengan tema "Merajut Kebersamaan, Mewujudkan Merdeka dari Kemiskinan" di Sasana Budaya Rumah Kita Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Rabu, (13/8/2025).
Dalam sambutannya, Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini, mengatakan bahwa di usia ke-80, Indonesia belum benar-benar merdeka dari kemiskinan. "Jumlah penduduk miskin jumlahnya masih sangat besar," kata Ahmad, Rabu.
Ahmad mengatakan jumlah angka kemiskinan pernah turun secara drastis 1976-1996 dari 54,3 juta jiwa menjadi 22,5 juta penduduk. Namun tidak lama kemudian, angka penduduk miskin kembali melonjak menjadi 24,2% atau 49,5 juta penduduk akibat krisis ekonomi yang menerpa Indonesia pada 1997.
"Pada periode berikutnya menurun kembali sampai tahun 2002, pada waktu itu persentase penduduk miskin kita mencapai 18,2% yang waktu itu sebanyak 37,9 juta penduduk," ucapnya.
Sementara itu dari rentang waktu 2002-2018 rata-rata penurunan persentase penduduk miskin sekitar 0,5%. Pada tahun 2019 jumlah penduduk tercatat mencapai 9,22 persen atau sebanyak 24,79 juta jiwa. Ahmad kemudian mengungkapkan jumlah penduduk miskin Indonesia kembali meningkat imbas pandemi Covid-19 menjadi 10,19% atau 27,55 juta jiwa. Terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah penduduk miskin sebanyak 8,47% atau 23,85 juta jiwa.
Baca Juga
Dompet Dhuafa Raih Gelar Nazir Wakaf Terbaik 2025, Ini Rahasia Suksesnya
Melalui sarasehan kali Ahmad berharap acara ini bukan sekadar forum dialog, tetapi momentum untuk menyatukan langkah para tokoh bangsa, akademisi, pelaku usaha, lembaga filantropi, dan masyarakat sipil dalam upaya mengentaskan kemiskinan. "Kita ingin mempertegas bahwa kemerdekaan sejati adalah saat seluruh rakyat terbebas dari belenggu kemiskinan. Melalui forum ini, kami berharap lahir komitmen bersama untuk mempercepat pengentasan kemiskinan secara sistemik dan berkelanjutan dan juga peran filantropi," ujarnya.
Dompet Dhuafa juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Data tahun 2024 menunjukkan, penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) mencapai Rp40,509 triliun secara nasional, dengan pertumbuhan 25,3% dibanding tahun sebelumnya. Ahmad menegaskan bahwa spirit nasionalisme dan kedermawanan adalah modal sosial yang besar.
"Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan filantropi bukan hanya aksi sosial, tapi juga gerakan perubahan yang mengangkat martabat bangsa," ajaknya.
Acara sarasehan turut dihadiri Inisiator & Ketua Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika Parni Hadi, Wakil Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Muhammad Zaitun Rasmin, Sekjen Dewan Masjid Indonesia Rahmat Hidayat, dan Aktivis, Cendekiawan Yudi Latif, dan Aktivis Hukum dan Demokrasi Bambang Widjojanto

