Rahayu Djojohadikusumo Luncurkan Saraswati Fellowship, Gerakan Cetak Pemimpin Perempuan Masa Depan
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Wakil Ketua Komisi VII DPR Rahayu Saraswati Djojohadikusumo meluncurkan Saraswati Fellowship, yakni program untuk merespons banyaknya potensi besar perempuan muda Indonesia tetapi belum mendapatkan akses setara terhadap mentor, sumber daya, dan ruang pengembangan kepemimpinan.
Dia menyampaikan bahwa Saraswati Fellowship tidak hanya lahir dari keinginan pribadi, tetapi kepercayaan bahwa perubahan dimulai dari keberanian membuka jalan bagi orang lain.
"Saraswati Fellowship awalnya lahir dari keresahan dan keprihatinan saya secara pribadi tentang minimnya pemberian bekal untuk kepemimpinan perempuan. Banyak perempuan berkualitas tetapi belum memiliki kemampuan untuk mengarungi perpolitikan kepemimpinan di bidangnya. Padahal, saya melihat perempuan-perempuan hebat di Indonesia sebagai pemimpin, pionir, dan pembawa perubahan di areanya masing-masing," kata Sara dalam keterangannya Minggu (27/7/2025).
Baca Juga
Rahayu Saraswati Kembali Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua Tidar
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu berkomitmen menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki gambaran sehat tentang dirinya sendiri dan memiliki value tepat. Bukan sekadar program pelatihan, Saraswati Fellowship hadir sebagai gerakan perubahan yang memberikan ruang bagi pemimpin perempuan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi berani, punya nilai, dan siap menginspirasi perubahan sosial.
"Di sinilah terjadi women support women and men support women karena when women rise, nations rise," ungkapnya.
Saraswati Fellowship menggandeng para super-mentor yang mendampingi peserta secara langsung melalui sesi mentorship. Turut menghadiri peluncuran program, para mentor Saraswati Fellowship, yaitu Shinta Kamdani (CEO Sintesa Group & Chairwoman APINDO), Tamara Gondo (Co-Founder Liberty Society), dan Bambang C. Susilo (Co-Founder & Director of Strategy The Union Project).
Sejumlah mentor yang hadir mengapresiasi diluncurkannya program tersebut. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Shinta Kamdani menyampaikan, pihaknya akan membentuk perempuan yang memiliki value kuat untuk masa depan Indonesia. "Perempuan muda membutuhkan ekosistem pendukung. Pada program ini kita akan memperkuat value dari para perempuan yang akan menjadi pemimpin masa depan," ujarnya.
Shinta menyebut pihaknya akan membekali peserta dengan empat nilai, yaitu strong positioning, clarity, uniqueness, relevance, dan memorability.
Baca Juga
Rahayu Saraswati Calonkan Diri Kembali Sebagai Ketua Umum TIDAR
Sementara itu Co-Founder Liberty Society Tamara Gondo menilai, kehadiran Saraswati Fellowship sebagai langkah konkret mencetak pemimpin perempuan yang memiliki integritas, kasih nyata, dan disiplin di tengah masyarakat.
Dalam peluncuran tersebut, diperkenalkan struktur yayasan. Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menjabat sebagai pembina didampingi Andika Deni Prasetya sebagai ketua, Aidil Afdan Pananrang sebagai sekretaris, dan Ramadhanti Priyanka Wahyudi sebagai bendahara. Adapun program Saraswati Fellowship batch pertama akan berlangsung Agustus-Oktober 2025, mencakup sesi pembelajaran daring, mentorship eksklusif bersama para mentor, proyek kepemimpinan individu dan kelompok, serta dukungan pengembangan karier.

