Legislator Imbau Evaluasi Program MBG Buntut Puluhan Siswa di Cianjur Keracunan
JAKARTA, Investortrut.id -- Anggota Komisi IX DPR Nurhadi mengaku prihatin atas peristiwa gejala keracunan yang dialami puluhan siswa MAN 1 di Cianjur setelah mengonsumsi santapan makan bergizi gratis (MBG). Nurhadi mengimbau evaluasi program MBG.
"Ini adalah kejadian yang sangat memprihatinkan, terlebih karena program MBG sejatinya bertujuan mulia yaitu meningkatkan gizi anak-anak sekolah dan menekan angka stunting," kata Nurhadi dalam keterangannya dikutip Kamis (24/4/2025).
Baca Juga
Soal Dugaan Penggelapan Dana MBG, Prabowo: Pasti Diurus, Uang Rakyat Pasti Kita Jaga
Menurutnya peristiwa ini menjadi alarm keras bagi pihak terkait, terutama Badan Gizi Nasional (BGN). Oleh karena itu pihaknya akan meminta penjelasan resmi BGN yang merupakan mitra kerja Komisi IX.
"Kami akan dorong agar ada audit menyeluruh terhadap vendor penyedia MBG di berbagai daerah, termasuk penguatan standar higienitas dan sanitasi pangan. Jika ditemukan kelalaian atau pelanggaran prosedur, maka harus ada sanksi tegas dan transparan," tegasnya.
Nurhadi mengatakan, Komisi IX juga mendorong pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat lebih aktif dalam melakukan pengawasan secara berkala serta meningkatkan pelatihan bagi para penyedia makanan di sekolah-sekolah.
"Kami di Komisi IX tetap berkomitmen agar program-program peningkatan gizi tetap berjalan, namun harus dengan pelaksanaan yang aman dan bertanggung jawab," ucap legislator dari Dapil Jawa Timur IX itu.
Sebelumnya, puluhan siswa MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur, Jawa Barat, mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap makanan dari program makan bergizi gratis (MBG), Senin (21/4/2025). Akibatnya, dapur di Kecamatan Cianjur menghentikan produksi MBG untuk sementara.
Menanggapi peristiwa itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan empati dan kepeduliannya atas insiden yang menimpa puluhan siswa dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 Kabupaten Cianjur. Dadan menyatakan, BGN saat ini sedang memeriksa dugaan penyebab keracunan massal tersebut.
“Kami turut menyampaikan rasa empati dan berharap seluruh siswa segera pulih. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami. Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyebab keracunan, apakah berasal dari MBG atau bukan” kata Dadan dalam keterangannya.
Dadan belum dapat memastikan apakah keracunan terjadi akibat menu makanan yang dibagikan dari program pemerintah tersebut. BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang tengah dilakukan timnya untuk mengetahui penyebab keracunan tersebut.
Baca Juga
Pemerintah Siapkan Penyaluran 1.000 Rumah Subsidi bagi Karyawan Dapur MBG
Berdasarkan laporan, saat ini sampel MBG yang dimasak hari Senin (21/04/2025) telah dikirimkan ke laboratorium Kesda Jabar dan hasilnya akan keluar dalam rentang waktu 10 hari sejak pemeriksaan. Berdasarkan keterangan dari perwakilan SPPG, makanan yang diolah telah memenuhi standar dan telah melewati proses sebagaimana mestinya.
“Kami sedang menunggu hasil lab kesda provinsi dari sampel yang sudah dikirimkan. Kami akan update infonya pada kesempatan pertama setelah hasil lab. keluar,” tegasnya.
Sebagai langkah preventif, BGN telah dan akan meningkatkan pengawasan standar penyimpanan makanan di dapur MBG, menyempurnakan sistem berskala nasional, mendorong transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital, dan meningkatkan kapasitas pelatihan keamanan pangan bagi seluruh penyedia MBG. (C-14)

