Komisi V DPR RI Siap Awasi Pelaksanaan Mudik Lebaran 2025
JAKARTA, Investortrust.id -- Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda menegaskan DPR RI siap mengawasi pelaksanaan mudik Lebaran 2025. Pengawasan dilakukan agar mudik Lebaran 2025 bisa berjalan aman, nyaman dan bebas dari kecelakaan kendaraan.
"Sebagai anggota DPR RI, kami berada di posisi pengawasan. Kami akan mengawasi pelaksanaan mudik lebaran tahun ini," kata Huda dalam diskusi bertajuk "Mudik Nyaman di Tengah Efisiensi Anggaran" yang digelar Fraksi PKB secara daring, Kamis (6/3/2025).
Huda menyampaikan tujuh catatan yang harus diperhatikan terkait pelaksanaan mudik 2025 mendatang. Pertama, ia memprediksi jumlah pemudik tahun ini sebanyak 146,48 juta orang. Sedangkan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 28-30 Maret 2025.
"Itu nyawa semua dan menjadi tanggung jawab Pak Kakorlantas Mabes Polri, supaya zero accident," ucap Huda.
Kedua, Huda menyebut Lebaran 2025 merupakan mudik pertama yang dilakukan di tengah pelaksanaan efisiensi anggaran. Ia pun mengingatkan Pemerintah dan semua stakeholder terkait untuk tetap memprioritaskan keselamatan warga negara.
"Sehingga penekanan pada keamanan dan kenyamanan harus menjadi prioritas dan doktrin utama dalam penyelenggaraan Arus Mudik 2025," ujarnya.
Ketiga, Huda menilai mudik lebaran tidak cukup hanya dengan nyaman. Pemerintah diminta untuk tetap berpegang pada keselamatan, dan keamanan. Dengan tiga doktrin tersebut, maka potensi akan terjadi persoalan bisa diminimalisasi.
Keempat, Huda menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah sejak jauh hari melakukan persiapan. Misalnya, soal penurunan harga tiket penerbangan. Pemerintah juga memberikan intensif 6 persen PPN dari harga tiket.
Kelima, terkait kesiapan infrastruktur, Huda menilai infrastruktur relatif bisa ditangani dengan baik. Walaupun sekarang masih dalam perbaikan jalan, tapi dia memastikan semuanya akan berjalan lancar.
"Kami bisa pastikan secara umum dalam situasi ini, perbaikan sedang terus berjalan dan bisa segera dituntaskan," tuturnya.
Catatan keenam, Huda menyoroti manajemen transportasi. Misalnya, tiket pesawat terjadi penurunan, tapi masih ada problem delay pesawat, dan penumpukan pesawat. Jadi, manajemen transportasi harus betul-betul prima dalam menyambut mudik lebaran.
"Catatan ketujuh adalah kemudahan akses informasi. Termasuk akses informasi ketika ada kecelakaan. Supaya mudik lebaran ini menjadi mudik bersama, dan tanggung jawab bersama. Ketika ada masalah bisa mudah diselesaikan," ungkapnya. (C-14)

