Pemerintah Bakal Luncurkan 70.000 Koperasi Desa Merah Putih pada Juli 2025
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi gerak cepat menjalankan perintah Presiden Prabowo Subianto soal rencana pembentukan 70.000 koperasi desa (kopdes) merah putih. Budi Arie optimistis kopdes merah putih dapat membangun perekonomian yang dimulai dari desa.
Bahkan ia mengeklaim kopdes merah putih dapat menekan tingkat kemiskinan ekstrem yang banyak terdapat di wilayah perdesaan.
“Kopdes ini bisa berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Indonesia, karena kopdes merah putih bisa menjadi motor penggerak perekonomian desa,” kata Budi Arie dalam konferensi pers seusai memimpin rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga di Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Budi Arie menjelaskan sebanyak 70.000 kopdes merah putih yang dibentuk nantinya akan mengelola rantai pasok sembako dan kebutuhan primer masyarakat hingga mengelola distribusi logistiknya.
Sementara terkait dengan skema pembentukan koperasi ini, Kemenkop akan melakukan dengan tiga pendekatan yaitu membangun koperasi baru, merevitalisasi koperasi eksisting dan membangun serta mengembangkan koperasi yang sudah ada.
“Kami mencoba melakukan identifikasi awal terhadap potensi peran dan kontribusi kementerian/lembaga terutama dari aspek regulasi, pemetaan data hingga dukungan penganggaran serta monitoring evaluasi,” ungkapnya.
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu mengatakan, ke depan dengan adanya kopdes akan mampu memperpendek rantai pasok serta melancarkan distribusi barang dan jasa hingga ke tingkat desa. Sehingga dapat menekan biaya dengan lebih rendah hingga ke tingkat konsumen akhir.
Selain itu, lanjutnya, keberadaan kopdes akan menjadi agregator bagi upaya mendorong peningkatan harga produk pertanian dari desa sekaligus menjadi stabilisator bagi inflasi.
“Harapannya dengan koordinasi lintas kementerian/lembaga ini dapat menjadi langkah bersama untuk menyukseskan pelaksanaan kopdes merah putih sesuai dengan arahan pesiden,” jelasnya.
Senada dengan itu, Wamenkop Ferry Juliantono menambahkan untuk memastikan target pembentukan 70.000 kopdes ini berjalan lancar, akan dibentuk tim yang lebih spesifik. Tim ini akan menjalin komunikasi secara lebih rinci dengan perangkat desa dan Kemenkop menyiapkan modul-modul terkait pendirian koperasi.
“Mekanisme pembentukan koperasi ini diharapkan dapat dibahas melalui musyawarah desa yang melibatkan seluruh stakeholder di masing-masing desa.Hal ini untuk bisa membantu pendirian koperasi ini,” tuturnya.
Koordinasi Lintas Kementerian/Lembaga
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menambahkan, pemerintah direncanakan bakal meluncurkan kopdes merah putih pada 12 Juli 2025 mendatang. Ia menyebut tanggal itu bertepatan dengan Hari Koperasi Nasional.
Riza Patria pun membenarkan melalui kopdes nantinya akan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat desa, kesejahteraan desa dan kemakmuran desa.
“Prinsipnya setiap desa nanti ada gerai-gerai yang dapat memastikan semua hasil desa, hasil tani, hasil pelayan, hasil ternak, bisa dapat disimpan diolah dan dikelola hingga dipasarkan untuk kebutuhan masyarakat desa,” ujarnya.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo optimistis melalui kopdes merah putih, tingkat kemiskinan di desa akan semakin turun. Ia mengungkap berdasarkan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) profil serta tingkat kemiskinan di desa hampir 40% dengan mayoritas pekerjanya adalah buruh tani.
“Jadi dengan adanya koperasi desa ini, kita bisa mengentaskan kemiskinan yang ada di desa-desa karena koperasi menjadi salah satu jawaban mendesak untuk mengentasi kemiskinan,” tutur Agus Jabo.
Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut adalah Wamenkop Ferry Juliantono, Wamendes PDT Ahmad Riza Patria, Wakil Menteri PPN/ Bappenas Febryan Alphyanto Ruddyard, Wamensos Agus Jabo dan Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi.
Sebagai informasi pembentukan 70.000 koperasi desa merah putih merupakan tindaklanjut dari keputusan rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Senin (3/3/2025) lalu.

