Geram Ratusan Triliun Rupiah Dikorupsi, Prabowo: Lebih Baik untuk MBG
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto disebut geram dengan kasus korupsi yang merugikan negara hingga ratusan miliar. Kekecewaan Prabowo itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto usai mengikuti pengarahan yang digelar di Istana Negara, Jakarta menjelang buka puasa, petang tadi.
“Beliau menyatakan kegeramannya atas orang-orang yang masih keterlaluan mencuri uang rakyat. Lebih baik ratusan triliun itu digunakan untuk makan bergizi gratis, pendidikan, dan kesehatan,” kata Bima, di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (4/3/2025).
Bima menjelaskan Prabowo terus mendorong para koruptor mendapat hukuman yang berat. Keinginan ini menunjukkan komitmen Prabowo terhadap pemberantasan korupsi.
Prabowo disebut juga siap pasang badan demi menyelamatkan uang rakyat. Dia mendesak aparat penegak hukum, baik kepolisian dan kejaksaan untuk menindak tegas koruptor.
Menurut Bima, selama sekitar satu jam Prabowo mengevaluasi keseluruhan program yang dijalankan jajaran menterinya di Kabinet Merah Putih. Prabowo mengapresiasi program yang dijalankan dengan baik sembari mengingatkan solidaritas antar menteri.
Baca Juga
Di Tengah Dugaan Korupsi BBM, Kejagung Jamin Kelangsungan Operasional Pertamina
“Tadi kan konteksnya 130 hari kerja, harus fokus pada program prioritas, kita semua on the track,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, di dalam pertemuan yang berlangsung, Prabowo ingin menggerakkan perekonomian desa dengan mendirikan 70 ribu koperasi. Koperasi tersebut dapat menjadi tempat untuk berjualan obat-obatan dan sembako untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Dan beliau menyampaikan kalau dulu Rp 1 miliar, satu desa. Sekarang, satu desa bisa Rp 1 miliar dana desa dan MBG (makan bergizi gratis) Rp 7 miliar,” kata Bima.
Dalam kesempatan menunggu berbuka tersebut, menurut Bima, presiden ke-8 Indonesia tersebut ingin memfokuskan pada pendidikan masyarakat. Prabowo ingin membangun sekolah rakyat dan unggulan hingga pelosok negeri.
“Presiden juga menyatakan, kita harus memotong rantai kemiskinan dengan menyekolahkan orang tidak mampu di sekolah terbaik,” ujar dia.

