Pemerintah Bakal Garap Irigasi dan Rehabilitasi Bendungan di Randangan Gorontalo Senilai Rp 53 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah Kabinet Merah Putih melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan menggarap pekerjaan konstruksi rehabilitasi Bendungan dan Daerah Irigasi (DI) Randangan di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo diperkirakan menelan APBN 2025 sebesar Rp 53 miliar.
Berdasarkan laman resmi lpse.pu.go.id, Rehabilitasi Bendungan Randangan Kabupaten Pohuwato akan menelan anggaran sebesar Rp 8,5 miliar. Sedangkan, DI Randangan Kabupaten Pohuwato senilai Rp 44,5 miliar.
DI Randangan dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II mulai dari tahun anggaran 2013 dengan tujuan untuk menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya wilayah Provinsi Gorontalo.
DI Randangan juga memiliki bendung tetap bertipe ogee (overflow) dengan panjang 150 meter yang berlokasi di Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato.
“Saat ini salah satu struktur bangunan utama yaitu sayap kanan bagian hulu bendung sepanjang 160 meter telah mengalami kerusakan yang cukup parah dan krusial akibat adanya gerusan air dari arah bawah struktur bendung tersebut, apabila tidak segera ditindaklanjuti akan menyebabkan keruntuhan pada sayap dan akan melebar ke arah tanggul penutup bagian kanan arah hulu bendung randangan,” tulis dokumen resmi lpse.pu.go.id.
Baca Juga
Menteri PU Bidik Jaringan Irigasi Bendungan Pidekso Rampung 2026, Alirkan Air ke 1.295 Ha Lahan
DI Randangan juga mempunyai dua jaringan utama yang mengairi areal persawahan yang berada di dua kecamatan di Kabupaten Pohuwato, yakni Kecamatan Randangan dan Kecamatan Patilanggio, dengan luasan areal potensial sebesar 8.960 hektare (ha).
“Lokasi pemanfaat pekerjaan ini sebagian besar berada di wilayah areal pertanian Kabupaten Pohuwato khususnya Kecamatan Randangan dengan luasan areal potensial yang dapat diairi sebesar 8.960 hektare, yang merupakan cakupan dan layanan dari Daerah Irigasi Randangan,” tulis dokumen tersebut.
Adapun target pengairan di lahan potensial seluas 8.960 ha tersebut saat ini masih mencapai 527 ha. “Areal pada Daerah Irigasi Randangan yang sudah optimal beroperasi sampai dengan saat ini tercatat sebesar baru sebesar 527 hektare dengan rincian bagian jaringan kanan sebesar 314 hektare dan jaringan kiri sebesar 213 hektare, serta masih dalam tahap perluasan, pengembangan dan pengoptimalan guna mencapai luasan potensial yang telah ditargetkan,” tulis dokumen resmi itu.
Tentu hal ini guna mendukung target Astacita Presiden Prabowo Subianto yakni swasembada pangan dan air.

