Pengunjung Jakarta Murugan Temple Capai 2.000 Orang dari 15 Negara
JAKARTA, investortrust.id - Peresmian Jakarta Murugan Temple yang juga dikenal sebagai Shri Sanathana Dharma Aalayam dihadiri oleh umat Hindu yang datang dari 15 negara. Diperkirakan jumlahnya mencapai 2.000 orang yang mendatangi kuil yang berlokasi di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat ini.
"Perkiraan 1.500 sampai 2.000 orang yang datang hari ini dari pagi sampai malam. Nah, tapi datangnya datang pergi, ada juga yang stay sampai acara selesai," ucap Sekretaris Umum Sanathana Dharma Aalayam Manivasugen di Jakarta Murugan Temple, Minggu (2/2/2025).
Peresmian kuil umat Hindu yang terbesar di Asia Tenggara ini dilakukan melalui sejumlah rangkaian yang telah berlangsung selama 8 hari, yakni dimulai pada Minggu lalu dan acara puncak diselenggarakan pada Minggu ini yang dibuka dengan perhelatan Upacara Maha Kumbhabhishekam.
Baca Juga
Kuil Murugan Jakarta Jadi Simbol Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
Setelah melangsungkan prosesi upacara ibadah tersebut, Manivasugen menjelaskan, ritual yang dilakukan selanjutnya adalah dengan melakuka penuangan susu dan air suci, serta juga penaburan bunga yang terletak di lantai tiga pada kuil ini.
"Nah, di lantai 3 itu ada upacara untuk penuangan susu dan air suci dan penaburan bunga. Nah, ini untuk sebagai rangkaian dalam ritual. Nah, ini sudah akan selesai," terangnya.
Pada acara selanjutnya, Presiden Prabowo Subianto akan datang menghadiri salah satu rangkaian acara peresmian Jakarta Murugan Temple ini. Presiden Prabowo juga akan didampingi oleh sejumlah menteri, dan kemudian juga ada para anggota dari Partai Gerindra.
"Nanti jam 2 kedatangan Bapak Prabowo dan beberapa menteri kabinet, wakil menteri dan anggota DPR dari fraksi Gerindra juga akan datang. Dan perwakilan pengusaha, perwakilan rumah-rumah ibadah yang lain juga mereka akan hadir pada hari ini," paparnya.
Baca Juga
Resmi Dibuka Hari Ini, Umat Hindu Padati Jakarta Murugan Temple
Dengan diresmikannya kuil ini, Manivasugen berharap Murugan dapat menjadi ikon Jakarta, dan bukan hanya untuk rumah ibadah. Melainkan, pada aula atau hall yang terletak di lantai 1 dapat digunakan oleh masyarakat umum lainnya untuk berbagai macam kegiatan.
"Nah, jadi ini memang terbuka untuk umum siapa yang mau gunakan silahkan. Karena memang donasi untuk membangun rumah ibadah ini datang dari berbagai kalangan bahkan bisa dikatakan dari umat non-Hindu lebih dari 50% bahkan donasi untuk membangun kuil ini," terangnya.

