Juru Bicara Kepresidenan: Menteri Tidak Populer Bukan Berarti Tidak Bekerja
JAKARTA, Investortrust.id - Survei Indikator Politik Indonesia menunjukan masih banyak menteri pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka yang tingkat kedikenalannya kurang dari 10%.
Menanggapi survei tersebut, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, Philips J Vermonte mengatakan menteri Kabinet Merah Putih yang tidak populer bukan berarti tidak bekerja. Dikatakan, seorang menteri memang perlu dikenal masyarakat, tetapi yang lebih penting adalah para menteri dikenal stakeholder utamanya.
"Jadi mitra kerjanya, institusi kelembagaan yang akan mengevaluasinya, media juga atau masyarakat itu penting juga, tetapi bahwa dia tidak populer bukan berarti kan tidak bekerja ya," kata Philips dalam diskusi yang digelar daring, Senin (27/1/2025).
Philip mengungkapkan Prabowo rutin mengevaluasi para menterinya melalui rapat terbatas dan rapat kabinet. Untuk itu, ia memastikan para menteri akan tetap bekerja walaupun tidak dikenal.
"Yang penting mereka dikenal dan tahu berhubungan erat bekerja sama dengan stakeholder utamanya agar program-program utama bisa berjalan," ujarnya.
Sebelumnya peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi merilis hasil survei terbaru terkait kinerja menteri. Dalam survei tersebut diketahui sebagian besar menteri di Kabinet Merah Putih tingkat popularitasnya kurang dari 10%. Beberapa di antaranya Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (9,8%), Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi (9,6%), Menteri Hukum Supratman Andi Agtas (9,6%), Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi (9,6%), Menteri Pariwisata Widyanti Putri (9%).
Kemudian Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi (8,8%), Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto (8,5%), Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto (8,4%), Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (8,3%).
Sedangkan lima terbawah menteri yang tingkat kedikenalannya rendah, yakni Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono (6,6%), Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman (6,2%), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini (6%), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (6%), dan Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq (5%). Burhanuddin mengungkapkan, menteri yang tingkat kedikenalannya di bawah 10% di era pemerintahan saat ini lebih banyak jika dibandingkan dengan menteri di era pemerintahan sebelumnya.
"Kalau di periode sebelumnya popularitas menteri pada waktu yang sama 100 hari pemerintahan presiden entah itu SBY, Megawati, dan Jokowi itu yang popularitasnya di bawah 10% enggak sebanyak ini, mungkin menteri-menterinya memang lebih banyak sekarang dibanding sebelumnya," tuturnya.
Survei dilakukan 16 - 21 Januari 2025. Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak bertingkat atau multistage random sampling, menggunakan metode wawancara. Margin of error survei sebesar lebih kurang 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%. (C-14)

