Indodax: Koreksi Harga yang Dalam Bukan Berarti Fundamental Bitcoin Melemah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pelaku perdagangan aset kripto dalam negeri menilai terkanan terhadap Bitcoin yang membuat harganya terkoreksi menjadi 105.000 dolar dalam satu jam, sebelum kembali di atas US$ 111.000 bukan pertanda fundamental mata uang digital tersebut melemah.
Vice President Indodax Antony Kusuma mengatakan koreksi Bitcoin menunjukkan bagaimana aset digital bereaksi terhadap ketegangan geopolitik dan sentimen risiko global.
"Para investor harus melihat lebih dari sekadar harga saat ini. Koreksi ini bukan pertanda fundamental Bitcoin melemah, melainkan reaksi pasar terhadap eskalasi ketegangan dagang dan risiko makro," ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (12/10/2025) seperti dikutip Antara.
Menurut dia, mereka yang mampu menjaga perspektif jangka panjang dapat memanfaatkan momen volatilitas ini untuk membangun posisi strategis. Meskipun pasar bergejolak, skenario jangka menengah tetap positif bagi Bitcoin.
Jika ketegangan AS - China mereda atau pembicaraan baru muncul, tambahnya, Bitcoin bisa berkonsolidasi di kisaran 112.000 – 118.000 dolar As. Namun jika isu perdagangan terus mendominasi, harga bisa bergerak di antara US$ 105.000 – US$120.000.
"Penurunan di bawah US$ 105.000 membuka peluang bagi pembeli jangka panjang," katanya.
Baca Juga
Krisis Kripto 2025 Jadi Likuidasi Terbesar dalam Sejarah, Lampaui 'Crash' Maret 2020
Harga Bitcoin mengalami tekanan tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif besar terhadap produk China.
Pengumuman ini memicu gelombang risiko global yang memukul pasar ekuitas, komoditas dan aset kripto. Bitcoin sempat merosot hingga 105.000 dolar AS dalam satu jam, sebelum kembali di atas US$ 111.000.
Data dari CoinGlass menunjukkan dalam waktu kurang dari satu jam, lebih dari 8 miliar dolar AS posisi long terlikuidasi, termasuk Bitcoin senilai US$ 1,83 miliar dan Ethereum US$ 1,68 miliar.
Selama 24 jam terakhir, total posisi yang dilikuidasi mencapai lebih dari US$ 9 miliar dan melibatkan sekitar 1,4 juta investor, dengan transaksi terbesar mencapai US$ 87,53 juta di pasangan BTC/USDT.
Kapitalisasi pasar kripto menyusut sekitar 13% menjadi US$ 3,78 triliun, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai US$ 333,8 miliar, tertinggi sejak Agustus.

