100 Hari Prabowo-Gibran, Pemerintah Diimbau Buat Kebijakan Berdampak ke Kelas Bawah
JAKARTA, Investortrust.id -- Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, mengapresiasi sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka yang menyentuh langsung masyarakat dalam 100 hari menjabat. Salah satunya yakni kebijakan subsidi listrik 50% bagi pelanggan rumah tangga yang memiliki daya listrik 450 VA hingga 2.200 VA. Selain itu, keputusan pemerintah tidak membebankan pajak 12 persen terhadap kebutuhan sehari-hari juga merupakan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Itu kan bagus sebenarnya kebijakan-kebijakan yang langsung berdampak pada rakyat dan masyarakat," kata Pangi saat dihubungi Investortrust.id, Senin (20/1/2025).
Menurutnya sudah saatnya kebijakan yang dibuat pemerintah tidak lagi hanya berpihak kepada orang kaya, seperti misalnya kebijakan pemberian insentif terhadap kendaraan listrik. Ia menilai kebijakan tersebut justru tidak sedang dibutuhkan masyarakat kelas bawah.
"Cari dong program yang kira-kira langsung efeknya itu berdampak kepada masyarakat kelas bawah langsung subsidi, atau potongan-potongan, atau misalnya keringan-keringanan," ujarnya.
Menurutnya tidak sulit bagi Presiden Prabowo untuk melihat mana kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Pemerintah perlu lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat sehari-hari.
"Mestinya yang begitu harus ada lagi ahli, orang-orang lingkaran Prabowo yang bilang, 'pak ini dikasih gratis', nggak ada urusannya dengan orang kaya. Ini langsung berdampak dengan orang susah. Itu penting banget," ucapnya.
Selain itu, Pangi menilai target pertumbuhan ekonomi 8 persen tidaklah mudah. Namun ia menilai target tersebut bisa saja tercapai jika pemerintah bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang menghambat perekonomian.
"Karena memang 8 persen ini kan nggak mudah ya. Karena dollar sudah 16 ribu, terus daya beli masyarakat juga hari ini belum baik-baik. butuh pemulihan lagi kan," ungkapnya.
Untuk itu, Pangi memandang Prabowo perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja menterinya. Prabowo juga diharapkan berani mencopot menterinya yang dianggap belum berkontribusi membuat program yang dirasakan masyarakat.
"Ya program yang belum dirasakan oleh masyarakat yang dibuat oleh menteri menurut saya menterinya harus di-list, berapa program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, mana program yang sejauh ini nggak berdampak kepada masyarakat dan mereka tidak berhasil untuk menjelaskan itu memulai mengerjakan target-target itu. Maka menteri-menteri yang seperti yang tidak berguna bagi rakyat, menurut saya dipecat aja. Karena itu menjadi toxic di pemerintahan," tuturnya. (C-14)

