Prabowo Bersama 24 Menteri dan Setara Menteri Hadiri Pengukuhan Anindya Bakrie sebagai Ketum Kadin
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo memberikan pengarahan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Konsolidasi Persatuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (16/1/2025). Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih tampak hadir di Ballroom, Hotel Ritz Carlton, menyaksikan acara yang mengagendakan pengukuhan Anindya Bakrie sebagai ketua umum Kadin Indonesia dan M Arsjad Rasjid PM sebagai ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia periode 2024-2029.
Sebanyak 24 menteri Kabinet Merah Putih hadir dalam pengukuhan tersebut, yang menunjukkan dukungan pemerintah pada Kadin Indonesia yang berdasarkan amanah Undang-Undang No.1/1987 tentang Kamar Dagang dan Industri merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengembangan dunia usaha dan menumbuhkan perekonomian.
Tampak mendampingi Presiden Prabowo dalam acara tersebut adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Ketua Dewan Kehormatan Kadin Indonesia Rosan Roeslani dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Selain Rosan Roeslani dan Teddy Indra Wijaya, sejumlah menteri dan pimpinan lembaga Kabinet Merah Putih juga turut hadir dalam acara tersebut.
Baca Juga
Di Depan Kadin, Presiden Prabowo Menyerukan “Indonesia Incorporated”
Berikut daftar menteri dan setara menteri yang menghadiri Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia 2025:
1. Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana
2. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi
3. Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto Menteri
4. Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
5. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.
6. Menko Hukum HAM Imigrasi Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra
7. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini
8. Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Satryo
9. Menteri Pariwisata Widyanti Putri Wardhana
10. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait
11. Menteri Luar Negeri Sugiyono
12. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi
13. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
14. Menteri Hukum Supratman Andi Atgas
15. Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding
16. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
17. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy
18. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono
19. Menteri HAM Natalius Pigai
20. Menteri Ketenagakerjaan Yassierly
21. Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman
22. Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid
23. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto
24. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
Dalam pengarahannya, Presiden Prabowo mengapresiasi Kadin atas suksesnya pelaksanaan musyawarah yang menekankan pentingnya persatuan di tengah dinamika global yang penuh tantangan. Kepala Negara menekankan persatuan menjadi kebutuhan mendesak bagi Indonesia untuk menghadapi persaingan geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi dunia.
"Berkali-kali, di mana-mana saya mengatakan di tengah dinamika geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi dunia persaingan makin keras antara blok-blok ekonomi, antara kekuatan-kekuatan besar dalam persaingan yang keras itu, makin diperlukan kehati-hatian oleh semua unsur bangsa-bangsa, terutama bangsa-bangsa seperti Indonesia," kata Prabowo.
Presiden Prabowo juga menyerukan pentingnya kolaborasi dan persatuan di antara pengusaha Indonesia dalam upaya mendorong kemakmuran bangsa.
"Persaingan itu bagus, tetapi bukan untuk saling mematikan. Mari kita bersaing bersama menuju kemakmuran rakyat. Rakyat butuh kemakmuran, dan itu dipimpin oleh para pengusaha," kata Presiden Prabowo.
Baca Juga
Anindya Bakrie: Kadin Harus Lebih Kompak, Bantu Pemerintah Buka Lapangan Kerja
Dalam kesempatan ini, Prabowo menyampaikan keyakinannya Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. Keyakinan ini berdasarkan indikator dan kondisi ekonomi nasional yang dipelajarinya selama tiga bulan memimpin Indonesia.
"Saya baru mungkin menginjak bulan ketiga memimpin pemerintahan Republik Indonesia dan makin saya mempelajari keadaan perekonomian kita, saya makin merasa percaya diri, saya merasa optimis, saya percaya, saya yakin kita akan mencapai bahkan mungkin melebihi 8% pertumbuhan" kata Prabowo.
Guna mencapai hal tersebut, Prabowo mengingatkan pengelolaan ekonomi harus dilakukan secara efisien dan berbasis pada logika serta perhitungan yang akurat. Ia menekankan pemborosan dan praktik yang tidak efisien harus dihentikan.
"Tidak mungkin ada organisasi yang survive kalau pengeluaran lebih besar dari pemasukan. Karena itu, saya bertekad memimpin suatu pemerintahan yang efisien," ungkap Presiden.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya peran sektor swasta dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang infrastruktur. Presiden menegaskan bahwa ia tidak menghentikan proyek-proyek infrastruktur melainkan menyerahkan sebagian proyek kepada swasta supaya lebih efisien.
"Ada yang mengatakan saya menghentikan proyek-proyek infrastruktur, tidak benar, saya tidak menghentikan. Saya mengubah infrastruktur akan sebagian besar saya serahkan kepada swasta untuk membangun," ucap Presiden.
Baca Juga
Selain infrastruktur, Presiden Prabowo mengungkapkan program swasembada pangan dan energi terbarukan juga menjadi prioritas utama pemerintahannya. Ia optimistis pencapaian tersebut dapat diraih lebih cepat dari target.
"Target kita makin jelas, swasembada pangan kita rencanakan 4 tahun ternyata kita akan kaget jauh sebelum 4 tahun kita sudah swasembada pangan. Swasembada energi demikian juga, kita negara tidak banyak di dunia yang akan memiliki green energy, kita akan memiliki energi terbarukan yang utuh dan yang substansial," jelas Presiden.

