Anindya Bakrie: Kadin Harus Lebih Kompak, Bantu Pemerintah Buka Lapangan Kerja
JAKARTA, Investortrust.id — Harapan pemerintah dan rakyat terhadap para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sangat besar. Untuk memenuhi harapan ini, Kadin ke depan harus lebih kompak, inklusif, mengedapankan semangat gotong royong dan kolaboratif. Dengan semangat ini, Kadin —sebagai mitra pemerintah— mendukung penuh dan berpartisipasi aktif dalam seluruh program pemerintah.
“Kadin adalah payung semua pengusaha. Semua pengusaha harus bersama dan bersatu di bawah Kadin. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh adalah filosofi yang kita pegang bersama,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya pada acara "Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia” yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (16/01/2025). Acara ini dihadiri Presiden Prabowo Subianto, para menteri anggota Kabinet Merah-Putih, para mantan ketua umum Kadin, pimpinan Kadin Pusat, 35 Ketua Kadin Daerah dan 60 wakil dari 200-an asosiasi.
Sebelumnya, Anindya dikukuhkan sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia dan M. Arsjad Rasjid P.M. dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia periode 2024-2029.
Ketua Dewan Kehormatan Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani yang juga Ketua Penyelenggara acara "Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia” mengatakan, dinamika Kadin sudah lewat dan kini saatnya semua kekuatan di Kadin bersatu untuk mendukung dan bekerja sama dengan pemerintah menyukseskan semua program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sedang Arsjad menyatakan, Kadin harus satu dan solid demi kestabilan dan kepastian dunia usaha.
“Sesuatu yang kita pegang teguh bersama Pak Arsjad, bahwa Kadin memang harus kompak. Karena dengan Kadin yang kompak, kita bisa lari lebih cepat ke depan,” ungkap Anindya. Mengutip pesan Presiden Prabowo, Anindya mengatakan, bahwa ‘One thousand friends are too few, one enemy is too many’.
Baca Juga
Presiden Prabowo Subianto pada kesempatan yang sama mengucapkan selamat kepada Rosan, Arsjad, dan Anin, serta jajaran Kadin Indonesia yang telah sukses menggelar Munas Konsolidasi. Ia meminta Kadin Indonesia kompak, dinamis, berani, inovatif, berkerja sama, dan mewujudkan Indonesia incorporated.
“Pemimpin harus kompak, siapa nomor satu, dua, tiga, gak masalah. Nanti gantian saja, iya kan. Gantian saja, jangan semuanya,” kata Kepala Negara.
Mitra Strategis Pemerintah
Ada dua esensi Kadin menurut UU No 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri. Pertama, demikian Anindya, Kadin adalah mitra strategis pemerintah. Kadin bekerja sama dengan pemerintah, membangun perekonomian di tengah berbagai macam peluang dan tantangan. “Kadin harus membantu pemerintah dengan membuka lapangan pekerjaan, menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan,” jelas Anindya.
Kedua, Kadin adalah wadah dunia usaha, payung semua pelaku usaha, baik perusahaan swasta, BUMN, maupun koperasi dan UMKM. “Pengukuhan ini (Anin sebagai ketua umum Kadin —Red) merupakan suatu amanah yang semoga bisa dijalankan dengan baik,” ujar Anindya.
Sebagai organisasi yang memayungi semua pelaku usaha dan inklusif, kata Anindya. Kadin harus mengedepankan kerja sama, gotong royong, dan kolaboratif. Kondisi ekonomi global sedang mengalami kontraksi, ditandai oleh penurunan laju pertumbuhan ekonomi. Di saat rantai pasok belum pulih, konflik geopolitik tidak mereda. Perebutan dana investasi semakin sengit.
Dalam situasi global yang kian sulit, Kadin harus bersatu. “Peristiwa saat ini luar biasa. Kadin sudah menunjukkan semangat persatuan. Terimakasih kepada sahabat saya Arsjad yang selalu menyerukan persatuan, gotong royong, dan kolaborasi,” papar Anindya.
Baca Juga
Prabowo Ucapkan Selamat atas Munas Konsolidasi Persatuan Kadin: Ini yang Selalu Kita Harapkan
Anindya mengimbau seluruh anggota Kadin untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah dan cara ikut berpartsipasi dalam setiap program pemerintah. Ia yakin, laju pertumbuhan ekonomi di atas 8% bisa tercapai jika semua pihak bersatu dan bekerja bersama dengan pemerintah.
Program pemerintah, kata Anindya, antara lain, pertama, program makanan bergizi gratis (MBG) dan ketahanan pangan. Untuk MBG, ada kurang lebih 11.000 dapur yang harus mengepul untuk menyediakan makanan bagi para siswa se-Indonesia.
“Kami yakin anggota Kadin di 35 provinsi —yang sebentar lagi menjadi 38 provinsi – akan berpartisipasi,” jelas Anindya. Para pelaku usaha bisa berpartisipasi di berbagai aspek, mulai dari pendanaan, penyediaan bahan makanan, hingga transportasi. Selain MBG, program ketahanan pangan memberikan kesempatan sangat luas kepada anggota Kadin. Para anggota Kadin di daerah memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam program MBG dan di bidang pangan.
Kedua, program pembangunan tiga juta rumah, satu juta di perkotaan dan dua juta di perdesaan. Pembangunan sebuah rumah murah membutuhkan tenaga kerja dan bahan bangunan, mulai dari tiang, lantai, dinding hingga atap. “Sebuah rumah murah tipe 36 membutuhkan sekitar 4.500 batu bata merah. Belum lagi ada 150-an vendor yang terkait untuk setiap proyek rumah murah ini,” papar Anindya.
“Saya berterima kasih kepada Pak Presiden Prabowo atas kehadiran Beliau di tengah kesibukan. Terima kasih saya kepada Pak Arsjad yang sekarang menjadi Ketua Dewan Pertimbangan. Dan tentu saja, saya berterimakasih kepada Pak Rosan yang menjadi Ketua Panitia acara hari ini sebagai Ketua Dewan Kehormatan. Saya juga berterimakasih kepada para mantan Ketua Umum Kadin dan para pengurus Kadin Pusat. Terima kasih saya yang sebesar-besarnya kepada para pemegang saham Kadin, yakni para ketua Kadin Daerah dan pimpinan asosiasi,” pungkas Anindya.

