Wacana Sekolah Unggulan Garuda Rekrut Guru Asing, Begini Tanggapan DPR
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Hetifah Sjaifudian mendukung rencana pemerintah untuk mendirikan Sekolah Unggulan Garuda dengan menghadirkan tenaga pendidik dari luar negeri atau guru asing.
Meski ddiukung, dia mengatakan, DPR berharap pemerintah lebih memilih mekanisme pertukaran guru sebagai tenaga pengajar sekolah tersebut. " Jadi yang kita tekankan itu sebenarnya pertukaran," katanya ditemui di Menara Global, Jakarta, Kamis (16/1/2025) usai menghadiri agenda Semangat Awal Tahun 2025.
Baca Juga
Mendiktisaintek Ungkap Rencana Pembangunan Sekolah Unggulan Garuda di 4 Lokasi Ini, Ada IKN?
Lebih lanjut, ia menyebutkan, skema yang dilakukan tidak sekedar mendatangkan guru-guru asing untuk mengajar. Tetapi, guru-guru lokal yang bakal mengajar di Sekolah Unggulan Garuda bisa dikirim belajar ke luar negeri.
"Misalnya guru lokal yang sudah mengajar di Singapura itu pasti membawa ilmu pengetahuan ataupun keterampilan yang bisa diterapkan di Indonesia. Karena di luar negeri tentu menggunakan juga mungkin sistem merit berbasis kepada sains dan teknologi yang lebih mungkin ada bagusnya juga untuk dipelajari," ungkapnya.
Terkait negara-negara yang potensial untuk dijajaki kerja sama pertukaran guru ini, menurut dia, sejauh ini, baik pemerintah maupun DPR, telah melakukan pertemuan dengan perwakilan Singapura. Rencana ini juga sudah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto kepada Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong.
"Salah satu yang dikemukakan oleh Pak Prabowo adalah harapan soal pendidikan, pertukaran guru. Pertukaran guru ya istilahnya bukan guru Singapura aja disini (tetapi guru lokal juga dikirim ke sana)," pungkasnya.
Baca Juga
Lapor ke Presiden Prabowo, Roslan Roeslani: Musyawarah Kadin Berjalan Damai
Sebelumnya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro membenarkan pemerintah tengah mengkaji Pembangunan Sekolah Garuda. Pembangunan Sekolah Garuda direncanakan mulai tahun 2025.
"(Pembahasan Sekolah Garuda) kan masih proses, (pembangunan) dimulai tahun ini," kata Satryo saat ditemui seusai rapat koordinasi khusus di kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Jakarta, Senin (13/1/2025).
Satryo mengungkap, pemerintah tengah menyusun desain, baik fisik maupun nonfisik yang nantinya dibutuhkan dalam membangun Sekolah Garuda. Untuk tahap awal, Sekolah Garuda direncanakan akan dibangun di empat titik lokasi prioritas. Salah satunya adalah kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Ada empat kemungkinan (lokasi), yaitu di Nusa Tenggara Timur (NTT), satu ini pasti, kemudian Sulawesi Utara, Bangka Belitung, satu lagi mungkin di IKN atau di tempat sekitar situ, Kalimantan," ungkapnya.

