Arsjad Rasyid Sampaikan Permohonan Maaf Atas Kesalahan Saat Pimpin Kadin Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2021-2024 Arsyad Rasyid mengucapkan permohonan maaf atas kesalaha-kesalahan saat memimpin organisasi tersebut. Pesan itu disampaikan Arsjad sat dilantik menjadi Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia 2024-2029.
“Saya percaya selama empat tahun terakhir kita sudah bekerja keras dengan hati, semangat yang sama. Hari ini dengan berakhirnya jabatan saya sebagai ketua umum (Kadin) izinkan saya meminta maaf apabila ada program dan kegiatan yang belum sempurna,” kata Arsjad, di Musyawarah Nasional Konsolidasi Persatuan Kadin Indonesia, yang digelar di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (16/1/2025).
Baca Juga
Anindya Bakrie Resmi Dikukuhkan Jadi Ketua Umum Kadin Indonesia
Arsjad melanjutkan bahwa dirinya tidak akan lagi mencalonkan diri sebagai ketua umum Kadin Indonesia. Keputusan ini diambil agar Kadin Indonesia bersatu dan solid sebagai mitra pemerintah.
Keputusan ini, menurut Arsjad demi memperhatikan stabilitas dunia usaha. Sebab, pengusaha perlu menunjukkan pada semua solidaritas yang ada.
Dengan solidaritas yang ada, Arsjad percaya Kadin akan memberi kepercayaan bagi para investor dan pelaku bisnis internasional, Selain itu, langkah ini juga dapat terus menjadi pendukung pengembangan dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
“Sehingga target ekonom yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo Subianto sebesar 8% dapat tercapai,” ujar dia.
Dalam kesempatan itu, Arsjad memaparkan sejumlah program yang sudah dijalankan Kadin di era kepemimpinannya. Beberapa di antaranya, yaitu Program Vaksinasi Gotong Royong dan Rumah Oksigen Gotong Royong pada 2021. Setahun berselang, Kadin Indonesia juga menjadi tuan rumah G20 Indonesia.
Baca Juga
Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid Saling Berangkulan Saat Munas Kadin
Kadin Indonesia juga memegang Keketuaan Asean Business Advisory Council pada 2023. Selain itu, Kadin Indonesia juga menyusun peta jalan Indonesia Emas 2045 yang diserahkan ke pemerintah.
“Di tahun 2024, Kadin mengadakan dialog capres, lalu kemudian menyambut pemerintahan baru Kadin menyusun white paper arah kebijakan pembangunan bidang ekonomi 2024-2029 yang diluncurkan Desember 2024,” kata dia.
Selain beberapa program itu, Kadin Indonesia juga telah membentuk Indonesia Indonesia Center for International Abitration, Yayasan Abitrase bertaraf internasional. Kadin Indonesia juga mengerjakan beberapa kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, serta organisasi internasional.
“Saya berharap hal-hal yang baik, yang sudah kami lakukan selama ini, dapat menjadi awal dari Kadin yang lebih baik lagi ke depan,” ucap dia.

