Komarudin Hidayat: Demokrasi Harus Sehat Tanpa Politik Sandera
JAKARTA, Investortrust.id - Mantan Rektor Universitas Islam Indonesia Internasional (UIII) Komaruddin Hidayat melempar kritik atas maraknya politik sandera yang mencederai demokrasi. Menurutnya, politik sandera dapat membuat sebuah negara tersandera oleh elitenya sendiri.
Hal itu disampaikan Komaruddin Hidayat dalam orasi ilmiah di acara Dies Natalis ke-27 Universitas Paramadina, di Jakarta, Jumat (10/1/2025). Ia menyebut situasi ini umum terjadi saat penguasa sebuah negara berkoalisi untuk memperkaya diri sendiri.
Baca Juga
Akademisi senior itu memperingatkan bahaya politik sandera yang bisa saja merusak sistem demokrasi, yang dianggap sangat sulit diperbaiki dan butuh waktu lama.
"Karena di antara mereka saling mengunci, saling menyandara. Dan semuanya akan diselesaikan tertutup dengan lobi-lobi," kata Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2006-2015 itu.
Komaruddin mengatakan situasi bangsa tersandera juga berpeluang menciptakan aturan-aturan yang tidak memihak masyarakat dan cenderung memihak kekuasaan. Oleh sebab itu, pada akhirnya esensi demokrasi hanya sekedar jargon semata.
"Ke depan kita berharap bahwa situasi ini harus dipotong. Karena kalau tidak, kita akan terjebak pada middle income trap dan jangan-jangan semakin melemah," jelas Komaruddin.
Menurutnya, politik sandera menjadi bom waktu bagi rakyat. Ia lantas mengajak seluruh elemen masyarakat dan generasi muda untuk melawan praktik kotor tersebut.
"Dan yang sengsara nanti adalah bangsa itu sendiri, yang sengsara rakyat itu sendiri. Karena sebuah bangsa dan negara yang survive adalah ketika kekuatan-kuatan masyarakat itu tumbuh bersama-sama. Jadi ketika ini tidak tumbuh, maka semuanya sudah the end of democracy," ungkapnya.
Baca Juga
Sivitas Akademika Universitas Paramadina Serukan DPR dan Pemerintah Laksanakan Putusan MK
Di depan civitas akademik Universitas Paramadina, Komaruddin berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan seluruh elemen masyarakat dapat ikut mengantarkan pesan demokrasi dari generasi ke generasi, secara lebih sehat dan seharusnya.
"Kita punya orang-orang yang memang telah mengukir sejarah. Jadi sekarang reminder ini bagi kita semuanya, bagaimana dari kampus ini muncul pikiran-pikiran besar," harapnya. (C-13)

