Bahlil: Golkar Akan Kaji Sistem Pileg dan Pilkada
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia blak-blakan menyebut partai yang dipimpinnya akan mengkaji lebih lanjut soal sistem pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang saat ini telah bergulir. Bahlil mengatakan baik pileg dan pilkada tidak ubahnya adalah instrumen dalam berdemokrasi.
Mulanya Bahlil mempertanyakan apakah pola demokrasi yang saat ini dilakukan, termasuk dengan sistem penyelenggaraan pileg dan pilkada di dalamnya, sudah tepat. Berbeda dengan pileg dan pilkada, Bahlil meyakini sistem pemilihan presiden (pilpres) yang ada saat ini sudah tepat lantaran Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengamanatkan hal demikian.
Baca Juga
Kemendagri Sebut Penghematan Anggaran Pilkada dengan Pemilihan oleh DPRD Perlu Dikaji
"Pilpres memang sudah diputuskan di dalam UUD 1945 bahwa harus dipilih langsung oleh rakyat. Namun kalau pileg maupun pilkada, rasanya masih dimungkinkan untuk kita mencari formulasi-formulasi yang tepat dengan tetap menghargai kaedah-kaedah hak-hak demokrasi rakyat," ungkap Bahlil saat menyampaikan pidato kunci dalam Refleksi Akhir Tahun 2024 dan Outlook 2025 di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (31/12/2024).
Dalam kajiannya nanti, Bahlil mengungkap Golkar akan mempertimbangkan untuk mengecek ulang keterlibatan rakyat pada proses pilkada. Ia melanjutkan, tidak menutup kemungkinan Golkar akan menawarkan opsi agar proses pemilihan kepala daerah untuk diserahkan kepada DPRD.
"Mungkin juga, katakanlah kalau itu dimungkinkan lewat DPRD, tetapi dengan satu formulasi yang tepat, harus disempurnakan. Jadi saya pikir ini silahkan didiskusikan," ungkapnya.
Baca Juga
Dukung Kepala Daerah Dipilih DPRD, Mendagri Ungkap Pilkada Berbiaya Besar hingga Kasus Kekerasan
Pada kesempatan tersebut Bahlil turut membantah tudingan bergulirnya opsi proses pemilihan kepala daerah diserahkan ke DPRD akibat kekalahan kader-kader Golkar di sejumlah daerah. Kader Golkar diketahui tumbang dalam pilkada di daerah-daerah strategis. Beberapa di antaranya Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta serta Airin Rachmi Dianty di Pilkada Banten.
"Golkar tidak merasa kecil hati dengan berbagai macam dinamika, pemikiran-pemikiran dari tempat lain. Makanya kita akan mengundang berbagai narasumber untuk membicarakan hal ini," katanya.

