Pemerintah Siapkan 2.794 Posko Pengamanan Angkutan Nataru
JAKARTA, investortrust.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Negara Indonesia (TNI), serta Kementerian/Lembaga (K/L) terkait akan mendirikan sebanyak 2.794 posko pengamanan angkutan natal dan tahun baru (Pam Nataru) 2024/2025 di seluruh wilayah Indonesia mulai Rabu (18/12/2024).
Demikian disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat konferensi pers kesiapan operasi “Lilin 2024” dalam rangka pengamanan Nataru 2024/2025 di Auditorium STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, Senin (18/12/2024).
“Kita sudah menyiapkan 2.794 posko terdiri dari 1.852 pospam (pos pengamanan), 735 pos pelayanan, dan 207 pos terpadu untuk mengamankan 61.452 obyek pengamanan, di antaranya gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, obyek wisata, maupun obyek perayaan tahun baru,” papar Listyo.
Ia turut menyampaikan, meskipun perkiraan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan terjadi pergerakan arus mudik dan balik sebanyak 110,6 juta orang selama libur Nataru 2024/2025, pemerintah tetap mengantisipasi apabila ada lonjakan yang terjadi selama pelaksanaan posko pengamanan berlangsung.
“Tahun ini diperkirakan terjadi peningkatan daripada tahun sebelumnya sebesar 110,6 juta orang. Di mana angka ini, tentunya di lapangan bisa meningkat realisasinya karena memang dibandingkan tahun sebelumnya juga terjadi peningkatan kurang lebih sekitar 3 – 17% daripada hasil survei,” ujar Listyo.
Listyo juga memprediksi arus puncak mudik di libur panjang Nataru 2024/2025 akan terjadi di 21 dan 28 Desember 2024.
“Prediksi (puncak) arus mudik kemungkinan akan terjadi di sekitar tanggal 21 (Desember 2024), karena itu adalah kegiatan mudik yang kemungkinan akan mencapai puncaknya karena anak-anak sekolah juga saat itu sudah libur, dan kemudian tanggal 28 Desember (2024) menjadi puncak arus mudik kedua,” tambah dia.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Kemenhub memprediksi potensi pergerakan masyarakat sepanjang periode libur panjang Nataru 2024/2025 mencapai 110,67 juta orang.
Demikian disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Persiapan Nataru 2024/2025 yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK).
''Kami sudah melakukan survei. Hasilnya, potensi pergerakan masyarakat saat Nataru 2024/2025 mencapai 110,67 juta orang. Sebagian besar pergerakan terjadi di Pulau Jawa, termasuk aglomerasi. Jumlah inilah yang kami antisipasi,'' ujar Menhub Dudy di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2024) lalu.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno usai menggelar rapat persiapan Nataru 2024/2045 bersama empat kementerian, yakni Pekerjaan Umum (PU), Perhubungan, Pariwisata, dan Dalam Negeri beserta jajaran direksi BUMN sektor transportasi, mulai dari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Pelni, PT KAI, dan lembaga terkait lainnya.
Pratikno mengatakan, rapat ini ditujukan guna menginventarisir persiapan yang akan dilaksanakan selama pengawasan libur panjang Nataru 2024/2025.
"Sebagaimana yang kita ketahui, kita sudah menetapkan tanggal 25 itu adalah libur Natal, tanggal 26 Desember 2024 itu adalah cuti bersama dan diperkirakan puncak mudik itu adalah tanggal 24 Desember, itu hari Selasa. Nah, oleh karena itu kita juga harus mengantisipasi sejak dini sebelum puncak arus mudik tanggal 24 Desember, itu hari Sabtu tanggal 21 Desember barangkali juga sudah mulai arus mudik berjalan," ujar Pratikno beberapa waktu lalu.
Selain itu, Pratikno juga menekankan pentingnya antisipasi arus mudik gelombang kedua yang diperkirakan jatuh pada tanggal 31 Desember 2024 dan arus balik yang diprediksi berlangsung pada tanggal 2 Januari 2024.
"Oleh karena itu Bapak-Ibu, nanti salah satu isu yang harus kita bicarakan dua juga adalah bagaimana kita memutuskan mengelola mengenai beberapa hari yang kejepit itu Jadi, apakah kita perlu penambahan cuti bersama atau sebaiknya adalah larangan cuti. Itu agenda yang pertama yang perlu kita antisipasi," tambahnya.
Baca Juga
Penjualan Tiket Kereta Api Periode Libur Nataru Tembus 1,12 Juta

