Hutama Karya Fungsionalkan Ruas Tol Trans Sumatera Sepanjang 92 Km di Nataru 2024/2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Hutama Karya (Persero) akan fungsionalkan Ruas Tol Trans Sumatera sepanjang 92 kilometer (Km) di periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru 2024/2025) mendatang. Demikian disampaikan Direktur Utama Hutama Karya, Budi Harto saat konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2024).
“Jadi yang fungsional ini rinciannya ada di Sigli-Banda Aceh 26 Km. Kemudian Binjai-Langsa Seksi III Segmen Tanjung Pura-Pangkalan Brandan 19 Km. Kemudian, Padang-Sicincin Sumatera Barat 36 Km. Dan Kuala Tanjung-Indrapura Seksi II 10 Km,” jelasnya.
Ia juga memprediksi peningkatan arus lalu lintas (lalin) di Tol Trans Sumatera sebesar 28% dibandingkan lalin harian normal. “Kita sudah perkirakan ada kenaikan lalu lintas sebesar 28%. Dan dalam rangka untuk mengatasi itu, kita akan melengkapi beberapa perlengkapan sehingga para pemudik dan pelancong akan merasa nyaman untuk melewati jalan tol kita,” tambah Budi.
Budi menjelaskan, pihaknya akan menambah 22 unit mobile reader, yang awalnya 145 menjadi 167 unit, untuk mencegah kepadatan di gerbang-gerbang Tol Trans Sumatera.
“Permasalahannya itu kan kadang-kadang terjadi di pintu-pintu gerbang (tol). Kita akan menambah mobile reader, jadi orang untuk tapping tidak harus sampai di pintu gerbang (tol),” ucapnya.
Baca Juga
Hutama Karya Ungkap Progres Fisik Proyek MRT Jakarta Fase 2A Capai 63%
Selanjutnya, Bos Hutama Karya itu juga menambahkan jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), hingga toilet untuk melayani para pengguna Jalan Tol Trans Sumatera.
“Di rest area ini yang penting kami akan menambah jumlah toilet. Jadi dengan kenaikan traffic tadi, pengguna toilet akan bisa terpenuhi dengan persediaan kami. Kemudian kami juga akan menambah SPBU dengan bekerja sama dengan Pertamina. Sehingga tidak ada permasalahan dalam hal penambahan BBM di perjalanan,” kata Budi.
Baca Juga
Hutama Karya Garap 2 Proyek Baru di Indonesia dan Timor Leste Senilai Rp 503,54 Miliar
Ia memaparkan, pihaknya bersama Pertamina dan PLN menambahkan SPBU/SPKLU sebanyak 21 unit dan SPBU modular sebanyak 15 unit.
“Regionnya di Terbanggi Besar-Kayu Agung 9 unit, Indralaya-Prabumulih 2 unit, Pekanbaru-Dumai 4 unit, Pekanbaru-Bangkinang 2 unit, Binjai-Tanjung Pura 2 unit, Tanjung Pura-Kisaran 2 unit,” papar Budi.
“Kemudian untuk mobil listrik, pengecasan ada 15 unit, di Terbanggi Besar-Kayu Agung 9 unit, Indralaya-Prabumulih 2 unit, Pekanbaru-Dumai 2 unit, dan Pekanbaru-Bangkinang 2 unit,” sambung dia.

