Hutama Karya Garap 2 Proyek Baru di Indonesia dan Timor Leste Senilai Rp 503,54 Miliar
SEMARANG, investortrust.id – PT Hutama Karya (Persero) telah mendapatkan dua kontrak baru yakni Proyek Pembangunan Gedung Infrastruktur Tahap 2 Kawasan Karawang Paket 9 milik Bank Indonesia dan Rehabilitasi Jalan Kota Paket 11 Seksi Kota Maliana Tahap 2 di Timor Leste dengan total nilai Rp 503,54 miliar.
Pada proyek pembangunan Gedung Infrastruktur Tahap 2 Kawasan Karawang Paket 9 milik Bank Indonesia, sebelumnya telah dilakukan serah terima lahan dan pre-construction meeting yang dihadiri oleh Executive Vice President (EVP) Divisi Gedung Hutama Karya, Nyoman Endi Mahendra di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta pada Jumat (21/6/2024) lalu.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim menyampaikan, proyek ini merupakan rangkaian dari pembangunan Sentra Pengolahan Uang (SPU) yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis dan akuntabilitas pengelolaan uang rupiah di Indonesia.
“Proyek senilai Rp 166 miliar ini akan dikerjakan selama 240 hari kalender, dimulai sejak bulan Juni lalu dan ditargetkan selesai pada bulan Februari 2025 mendatang,” kata Adjib dalam keterangan pers yang diterima di Semarang, Kamis (8/8/2024).
Baca Juga
Hutama Karya Minta Tambah PMN Rp 13,86 Triliun, Pastikan JTTS Dilanjutkan
Dalam proyek ini, Hutama Karya mengerjakan berbagai aspek penting yang mencakup pekerjaan persiapan, pembangunan akses jalan, utilitas, hingga mechanical, electrical and plumbing.
“Seluruh proses tersebut didukung dengan pemanfaatan digital construction seperti penerapan digital survei dengan LiDar (Light Detection and Ranging); Building Information Modelling untuk merencanakan, merancang, membangun maupun mengelola konstruksi dengan lebih efisien, penggunaan Cubicost untuk mendapatkan kuantitas material yang akurat, hingga pengaplikasian Rebar Tying Machine sebagai alat bantu pembesian yang ergonomis,” terang Adjib.
Sementara untuk proyek Rehabilitasi Jalan di Kota Maliana, kontrak telah ditandatangani secara terpisah oleh EVP Divisi Sipil Umum Hutama Karya periode 2019-2024, Ari Asmoko dan Minister of Public Works Republik Demokratik Timor Leste, Samuel Marçal pada Kamis (4/7/2024) lalu.
Adjib menjelaskan, pihaknya akan merehabilitasi jalan utama di Kota Maliana sebagai pusat perekonomian di wilayah Distrik Bobonaro yang merupakan kota terbesar ketiga di negara Timor Leste dengan panjang mencapai 18,8 km senilai US$ 21.228.762 atau Rp 337,54 miliar (Kurs Rp 15.900/US$).
“Ini merupakan lompatan Hutama Karya sebagai champion di bidang infrastruktur jalan untuk mulai menggarap proyek-proyek di luar negeri. Dalam proyek ini, kondisi eksisting jalannya mengalami kerusakan yang mengganggu pasokan barang, jasa, serta mobilitas menuju kota tersebut sehingga diperlukan perbaikan segera. Di sini kami optimistis dapat menjalankan amanah pemerintah Timor Leste sesuai target,” imbuh Adjib.
Pada proyek ini, Hutama Karya menggarap serangkaian pekerjaan dari beberapa tahapan konstruksi di antaranya penggalian tanah, penyiapan badan jalan, timbunan lapis fondasi, pengaspalan, hingga pembuatan saluran drainase serta trotoar.
Adjib juga menyampaikan, perseroan menargetkan proyek di Timor Leste tersebut rampung pada September 2025 mendatang.
Baca Juga
Kasus Korupsi di Hutama Karya, KPK Sita 54 Bidang Tanah Senilai Rp 150 Miliar
“Hutama Karya menyiapkan strategi percepatan dengan terlebih dahulu memahami kondisi eksisting di lapangan guna mempersiapkan rencana mitigasi yang tepat dan efektif. Selain itu, memastikan pasokan sumber daya dan material tercukupi sehingga pekerjaan dapat berjalan lebih efisien, melakukan koordinasi secara intens dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kelancaran operasional proyek, serta memberikan pelatihan intensif kepada tenaga kerja dan subkontraktor,” ujarnya.
Dia menambahkan, Hutama Karya berkomitmen untuk menyelesaikan kedua proyek tersebut dengan kualitas terbaik, tepat waktu, serta senantiasa memperhatikan aspek keamanan bagi semua pihak yang terlibat serta lingkungan sekitar proyek.
“Diraihnya kontrak pembangunan ini tidak hanya akan menambah portofolio Hutama Karya dalam mendukung pembangunan fasilitas pengelolaan keuangan negara tetapi juga memperluas jangkauan proyek hingga ke luar negeri,” tutup Adjib.

