Mendukbangga Tegaskan Narkoba Ancam Generasi Emas Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Mendukbangga/BKKBN) Wihaji menegaskan narkoba berbahaya bagi ketahanan keluarga. Bahkan, narkoba mengancam generasi emas Indonesia apabila tidak segera diatasi.
"Tugas Kemendukbangga menyiapkan generasi emas. Maka, kalau tidak ditangani, kita bisa kehilangan generasi emas," kata Wihaji dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (29/11/2024).
Baca Juga
Andai Jadi Presiden, Anang Iskandar Bakal Buat Peraturan Pemerintah soal Penegakan Hukum Narkoba
Untuk menunjukkan komitmennya, Kemendukbangga menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan BNN terkait pemberantasan narkoba. Hal ini didorong oleh data yang menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia pada 2023 menurun menjadi 1,73%, dibanding 1,95% pada 2021. Penurunan ini setara dengan 324.735 orang.
“Kemendukbangga/BKKBN, yang bertanggung jawab atas program pengendalian penduduk dan pembangunan keluarga, menempatkan upaya ini sebagai bagian dari strategi besar meningkatkan kualitas hidup penduduk Indonesia,” katanya.
Baca Juga
Target Prevelensi Stunting Jadi 18%, BKKBN Pastikan Setiap Anak Lahir Sehat
Tak hanya itu, sebagai upaya mendukung rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN) tahun 2020-2024, Kemendukbangga/BKKBN juga menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan kapita selekta anti-narkotika dan prekursor narkotika.
