Dewan Pers Sebut Kompetensi Wartawan Jadi Tantangan Saat Ini
JAKARTA, investortrust.id - Wartawan memiliki andil penting dalam membangun kemajuan suatu bangsa dan negara. Di mana dalam mewujudkan impian itu dibutuhkan suatu kompetensi dalam meningkatkan upaya profesionalitas bagi seorang wartawan.
Wakil Ketua Dewan Pers Muhamad Agung Dharmajaya mengatakan, uji kompetensi menjadi bagian penting di Dewan Pers setidaknya dalam 10 tahun terakhir. Apalagi tantangan wartawan saat ini menurutnya kian meluas, yakni tak hanya terampil dalam hal menulis. Namun juga seberapa jauh sang wartawan tersebut memahami apa yang dia tulis dan yang paling penting lagi, dampak tulisan tersebut terhadap masyarakat.
“Tantangan jadi jurnalis kalau bisa menulis terampil rasanya sudah terlewatkan. Tantangan tidak hanya soal menulis, tapi paham apa yang ditulis dan dampak dari apa yang kita tulis,” ujarnya secara virtual dalam pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Media Indonesia, di kantor Media Indonesia, Jakarta, Kamis (21/11/2024).
Secara khusus Agung menyoroti soal keterlibatan wartawan dalam pemberitaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 yang dinilainya bisa dilewati dengan baik. “Pilpres berlangsung tidak terlalugaduh. Jelang Pilkada dan pasca Pilkada diharapkan juga berjalan tidak gaduh,” katanya.
Baca Juga
Ia memberikan catatan khusus, kaitannya dengan hal yang terkait erat dengan profesi wartawan yakni masalah kode etik. “Kembali tak hanya persoalan 5 W (who, what, why, where, when) dan 1 H (how), tapi paham apa yang kita tulis dan bagaimana dampaknya. Teman teman harus punya kompetensi menghasilkan berita yang benar dan baik, sehingga masyarakat bisa dapat info yang utuh dan tidak mencederai siapapun yang diberitakan,” kata Agung.
Agung menambahkan, ada enam poin yang bisa dibedah dalam hal kewartawanan. Misalnya saja, memiliki kompetensi dalam menghasilkan berita yang baik dan benar, keakuratan berita, pengawasan publik, pilar demokrasi pers, dan partisipasi dalam mengangkat isu penting untuk pembangunan demokrasi.
"Satu lagi yang harus dipegang yakni bisnis kepercayaan bagi media menjadi sangat penting,” katanya.
Baca Juga
Direktur Lembaga UKW Media Indonesia Gaudensius Suhardi menyampaikan, jika pers ingin berperan membangun Indonesia, maka ia harus memanfaatkan perannya sesuai yang diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Pertama pers haruslah berkualitas. Tidak mungkin tidak berkualitas jika mau punya peran dalam memajukan Indonesia. Salah satu fungsi UKW adalah meningkatkan kapasitas teman-teman wartawan agar memiliki kemampuan teknis yang teruji dan beretika dalam menjalankan tugasnya,” ucap Gaudensius.
Media juga memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari sebagai komunikantor serta agen perubahan. Demikian sambutan Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi S Suryodipuro seperti yang dibacakan Kepala Departemen Hubungan Kelembagaan SKK Migas Indah Permatasari.
“Kami juga berharap terselenggaranya uji kompentesi ini dapat meningkatkan kualitas dan profesionalitas wartawan, kemerdekaan pers berdasarkan kepentingan publik dan menjaga harkat dan martabat profesi penghasil karya intelektual seperti juga yang diharapkan oleh dewan pers,” ujarnya.
Peran media, sambung Indah memberikan informasi secara utuh, sehingga publik memahami apa yang sudah dilakukan industri hulu migas untuk peningkatan produksi minyak dan gas secara nasional. Apalagi hal ini sangat diharapkan oleh industri untuk kesejateraan dan kemakmuran Indonesia.

