Menag Nasaruddin Umar Sambangi Gedung KPK, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyambangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (19/11/2024). Tiba sekitar pukul 10.25 WIB, Nasaruddin Umar tampak mengenakan kemeja putih lengan panjang dan kopiah hitam.
Kehadiran Nasaruddin Umar disambut Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana.
Nasaruddin belum mengungkap tujuan kedatangannya ke markas lembaga antikorupsi. Nasaruddin mengaku untuk konsultasi dengan KPK.
"Ya kita mau konsultasi," katanya.
Baca Juga
Capim Setyo Budiyanto Bakal Hilangkan Lift Khusus Pimpinan KPK
Namun, Nasaruddin enggan berbicara lebih jauh mengenai konsultasi yang dimaksudnya. Termasuk saat dikonfirmasi mengenai upaya pencegahan korupsi dalam pelaksanaan ibadah haji.
"Nanti ya nanti," katanya.
Tim jubir KPK, Budi Prasetyo mengatakan, kehadiran Nasaruddin Umar untuk audiensi dengan KPK. Salah satunya terkait program pencegahan dan pendidikan antikorupsi.
"Kegiatan audiensi, terkait program pencegahan dan pendidikan antikorupsi," katanya.
Sebelumnya, Nasaruddin Umar menyatakan bakal menggandeng KPK dan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam pelaksanaan ibadah haji guna memastikan penyelenggaraan yang transparan dan bersih.
"Kami sudah berbicara dengan KPK masalah haji ini mohon didampingi, kami tidak ingin ada penyimpangan baik di dalam maupun luar negeri," ujar Nasaruddin Umar dikutip dari Antara.
Pemberantasan korupsi menjadi agenda besar Presiden Prabowo Subianto sebagaimana tercantum dalam poin ketujuh Astacita, yaitu memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
Dalam beberapa kesempatan, Presiden Prabowo terus menekankan komitmennya memberantas korupsi dan itu disampaikan berulang, baik sebelum dilantik maupun setelah resmi menjadi kepala negara.
Baca Juga
Capim Setyo Budiyanto Setuju KPK Tetap Gelar OTT, tetapi Selektif
Sehubungan dengan agenda besar Presiden Prabowo, Menag Nasaruddin ingin kementerian yang dipimpinnya juga bersih dari segala unsur penyelewengan yang merugikan negara dan masyarakat.
"Pak Presiden luar biasa, niat beliau untuk membersihkan instansi pemerintah dan swasta. Beliau akan tertibkan dan bersihkan sesuatu yang merusak tradisi luhur Bangsa Indonesia," kata dia.

