Bakal Ikut Blusukan dan Kampanye untuk Ridwan Kamil, Jokowi: Kalau Diundang
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendukung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta 2024.
Jokowi pun tak menutup kemungkinan akan ikut blusukan dengan Ridwan Kamil. Bahkan, Jokowi kemungkinan hadir dalam kampanye akbar Ridwan Kamil.
Baca Juga
Jokowi mengaku akan ikut blusukan dan hadir dalam kampanye Ridwan Kamil jika diundang atau diajak.
"Kalau diundang. Kalau diajak. Insyaallah," kata Jokowi.
Jokowi sebelumnya telah menyatakan mendukung cagub-cawagub Jawa Tengah (Jateng) nomor urut 2, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen. Bahkan, Jokowi ikut kampanye Luthfi-Taj Yasin di Purwokerto, Grobogan, dan Blora. Manuver Jokowi mendukung Ahmad-Luthfi di Pilkada Jateng dan Ridwan Kamil-Suswono cukup mengejutkan. Hal ini lantaran sikap politik Jokowi di Pilkada 2024 baru terlihat di publik pada minggu terakhir masa kampanye.
Terkait keputusannya yang baru turun gunung menjelang akhir masa kampanye, Jokowi mengaku saat ini merupakan masa yang tepat.
"Ya, memang saat-saat yang menentukan itu adalah saat terakhir," katanya.
Dijelaskan, seluruh calon harus kerja keras hingga akhir. Jokowi menyatakan kehadirannya di kampanye Luthfi-Taj Yasin dan Ridwan Kamil-Suswono karena memang mendukung keduanya.
"Semuanya memang di tahap terakhir seperti ini harus bekerja keras. Saya datang karena memang saya mendukung di Jawa Tengah juga. Saya diundang ke Jakarta, saya datang karena saya mendukung," jelasnya.
Tak hanya Luthfi-Taj Yasin dan Ridwan Kamil-Suswono, Jokowi mengaku terdapat lebih dari 80 pasangan calon (paslon) dari berbagai wilayah yang telah meminta dukungan untuk membantu memenangi Pilkada 2024. Namun, Jokowi mengaku tak dapat hadir ke tiap daerah calon tersebut karena keterbatasan waktu.
"Tetapi kan waktunya enggak mungkin saya datangi semuanya," katanya.
Baca Juga
Bertemu Ridwan Kamil, Jokowi Soroti Macet, Banjir, dan Polusi Jakarta
Dalam kesempatan ini, Ridwan Kamil mengaku bahagia mendapat dukungan dari Jokowi di minggu terakhir masa kampanye.
"Kami bersahabat sudah lama. Zaman saya wali kota, sebelum saya jadi wali kota, beliau hadir sebagai wali kota. Saat saya wali kota, beliau hadir sebagai gubernur, sampai akhirnya menjadi presiden selama 10 tahun," katanya.

