Ridwan Kamil Akui Jadikan Jokowi sebagai Teladan
JAKARTA, investortrust.id - Calon gubernur (cagub) Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil mengaku menjadikan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) sebagai teladan. Hal itu disampaikan Ridwan Kamil saat bertemu Jokowi di Kaizen Heritage, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (18/11/2024) malam.
Ridwan Kamil menjelaskan, Jokowi merupakan contoh dari sistem demokrasi yang dipilih Indonesia dalam membangun bangsa dan negara. Selama mengikuti proses demokrasi, Jokowi menang dua kali di pilwalkot Solo, satu kali menang pilgub Jakarta, dan dua kali menang pilpres.
Baca Juga
Bertemu Ridwan Kamil, Jokowi Soroti Macet, Banjir, dan Polusi Jakarta
"Ini adalah bukti nyata yang telah kita saksikan. Dua kali menang Pilkada di Solo, satu kali menang di Pilkada DKI, dan dua kali menjadi pemenang di level presiden," kata Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil mengatakan, pencapaian Jokowi menjadi inspirasi banyak anak bangsa. Mimpi seperti yang dilakukan Jokowi dapat diraih dengan kerja keras, ilmu, dan determinasi.
"Itulah kenapa saya menjadikan beliau sebagai salah satu teladan," katanya.
Ridwan Kamil mengatakan, Indonesia Emas 2045 yang tinggal 21 tahun lagi hanya dapat diraih dengan pertumbuhan ekonomi minimal 5% tiap tahun. Selama 10 tahun masa kepemimpinannya, Jokowi telah konsisten menjaga pertumbuhan ekonomi tersebut.
"Bapak Jokowi telah menjaga pertumbuhan ekonomi konsisten di angka 5%, dan ini dipuji oleh negara-negara lain. Eropa hanya tumbuh 2%, Amerika kurang dari 2%, sementara kita konsisten di angka 5%," katanya.
Selain pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas 5%, Indonesia menjadi negara maju saat HUT ke-100 adalah tidak ada generasi yang stunting.
"Pak Jokowi telah melakukan langkah besar mengurangi stunting secara signifikan. Ini dilanjutkan oleh Bapak Prabowo dengan program makan gratis bergizi. Dunia mengapresiasi upaya ini," papar mantan Gubernur Jawa Barat (Jabar) itu.
Baca Juga
Jokowi Dukung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta 2024, Ini Alasannya
Syarat ketiga, kata Ridwan Kamil, jangan bertengkar dalam pilihan demokrasi. Masa kampanye, seperti kampanye Pilkada 2024 harus diisi dengan perlombaan pada kebaikan, bukan saling memburukkan. Dengan sisa waktu sembilan hari menjelang pemungutan suara Pilkada 2024 pada 27 November nanti, warga Jakarta akan makin mantap dengan pilihannya.
"Kedatangan Pak Jokowi di momen ini adalah sebuah semangat besar. Kami mohon doa dan arahannya agar Jakarta semakin maju, harmonis, dan terus mendukung keberlanjutan pembangunan," katanya.

