Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) gerak cepat tangani proses pasca bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada Minggu (3/11/2024) lalu.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan, penanganan cepat dan bantuan tanggap darurat pasca bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki telah dilakukan Kementerian PU dengan melibatkan seluruh Unit Organisasi.
Penanganan pasca bencana, menurutnya, berupa mengevakuasi korban terdampak, memulihkan jalur logistik dengan pembersihan jalan, dan mendukung prasarana air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian, termasuk titik-titik konsentrasi warga.
“Yang tidak kalah penting perbaikan sarana dan prasarana publik sebagai upaya pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat seperti perbaikan sekolah, pasar, tempat peribadatan, dan puskesmas,” kata Menteri Dody dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (14/11/2024).
Baca Juga
Daftar Bandara dan Penerbangan Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Adapun dukungan prasarana telah dilakukan Kementerian PU bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta Kementerian Sosial (Kemensos) dengan menyalurkan layanan air bersih dan sanitasi ke lokasi-lokasi pengungsian korban bencana, termasuk memobilisasi alat-alat berat untuk membuka kembali akses masyarakat dan membersihkan material debu vulkanik yang menutupi jalan.
“Kementerian PU telah memobilisasi alat berat yang difokuskan untuk membersihkan material vulkanik gunung merapi serta membuka jalan akses untuk mengalirkan bantuan dan logistik,” imbuh Dody.
Baca Juga
Kunjungi Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Gibran Bagikan Mainan kepada Anak-Anak
Dody menambahkan, alat berat yang telah dikerahkan meliputi dua unit wheel loader untuk pembersihan material vulkanik, tiga unit water tank untuk penyiraman badan jalan, tiga unit truck crane, dan dua unit dump truck untuk kegiatan pengangkutan material.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menyiagakan kurang lebih 20 orang di lapangan yang dilengkapi dengan alat berat dan alat kerja guna membantu proses pembersihan pasca bencana letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki.
“Salah satu titik yang menjadi fokus penanganan adalah membuka kembali akses jalan nasional ruas Waerunu - Larantuka yang tertutup debu lumpur vulkanik dan pohon tumbang, tepatnya di KM 217+100-KM 232+000. Ruas Waerunu - Larantuka merupakan akses utama dari Kota Maumere menuju Larantuka atau sebaliknya,” tutup Dody.

