Ilham Habibie: Agroteknologi Dongkrak Produktivitas Pertanian Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – Calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Barat (Jabar) nomor urut 3, Ilham Akbar Habibie meyakini agroteknologi dapat mendongkrak produktivitas pertanian Indonesia hingga puluhan ton per hektare.
Ilham yang berpasangan dengan cagub Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar 2024 itu menjelaskan, Jawa Barat dikenal sebagai lumbung pangan. Namun, Ilham menilai produktivitas per hektare di Karawang masih berada di kisaran 6 hingga 8 ton per hektare. Padahal, dengan memanfaatkan teknologi, produktivitas pertanian di negara lain dapat mencapai puluhan ton per hektare.
“Sesungguhnya, biarpun produksi (pertanian) di Jawa itu bagus secara nasional, tetapi secara internasional masih kurang bagus. Kita lihat saja dari segi produktivitas per hektare, rata-ratanya itu kalau kita lihat di Karawang, 6-8 ton per hektare. Kalau kita ke luar negeri, itu bisa belasan bahkan puluhan ton per hektare, tetapi itu harus menggunakan teknologi,” kata Ilham Habibie dalam podcast Konvergensi di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Baca Juga
Ilham Habibie Sebut Industrialisasi Indonesia Harus Didorong seperti Vietnam
Ia pun menyatakan sejumlah variabel yang harus diubah dalam dunia agrikultur. Dikatakan, pertanian yang digabungkan dengan teknologi menjadi hal penting dalam mendongkrak produktivitas pertanian Indonesia, khususnya Jawa Barat. Selain itu, katanya, sumber daya manusia (SDM), pupuk, sumber air, benih, dan kondisi tanah menjadi hal yang perlu menjadi perhatian.
“Tidak ada kemungkinan untuk kita meningkatkan produktivitas dengan cara konvensional. Harus pakai teknologi, artinya mekanisasi, pupuk dan air harus mencukupi kebunnya, SDM-nya harus mumpuni, kemudian kita juga pakai benih yang lebih baik, kemudian kita juga memperhatikan tanahnya,” tambah Habibie.
Menurut Ilham, teknologi dapat memudahkan kerja para petani. Salah satunya untuk menentukan jadwal tanam dan panen.
“Tentu ada waktunya di mana kita menggunakan teknologi seperti AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan) untuk tahu kapan dan di mana kita harus menanam, dan sebagainya. Jadi menggunakan data juga untuk memperbaiki prestasi dan kinerja pada sektor pertanian,” sambung dia.
Berdasarkan catatan investortrust.id, Duta Besar Hungaria untuk Indonesia, Lilla Karsay menyatakan, Hungaria siap mendukung program-program unggulan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih 2024-2029.
Dukungan tersebut dapat berupa penjajakan kerja sama jangka panjang antara Hungaria-Indonesia dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga 7-8% melalui program-program yang diprioritaskan Prabowo.
“Presiden baru saja dilantik, Pak Prabowo, memiliki program makan bergizi gratis, serta program peningkatan sektor kesehatan dan pendidikan untuk membangun kuantitas dan kualitas sumber daya manusia. Ini adalah jangka panjang, yang masuk visi Indonesia Emas 2045. Menurut saya, ini ambisi yang sangat berani dari pemerintah Indonesia dan tidak mustahil untuk dicapai, dan Hungaria berada di sini untuk membantu Indonesia mencapai tujuan ini,” kata Lilla dalam konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (6/11/2024).
Selain itu, lanjut Lilla, pemerintah Hungaria juga siap membantu untuk memperkuat sektor kesehatan, pendidikan, hingga sistem keamanan siber Indonesia.
“Kita juga memiliki artificial intelligence untuk sektor pendidikan dan kesehatan. Kedua, adalah keamanan siber, di mana kita tahu Indonesia sempat mengalami gejolak dalam keamanan siber beberapa waktu lalu. Hungaria cukup terpandang dan kita dapat menjadi partner yang sangat berpotensi dalam hal ini,” ucap dia.
Baca Juga
Ilham Habibie Ungkap Alasan Terjun ke Politik dan Maju Pilgub Jabar 2024
Lilla menambahkan, pemerintah Hungaria juga ingin berkolaborasi dengan Indonesia terkait agroteknologi guna mendorong Astacita swasembada pangan yang dicanangkan Presiden ke-8 RI.
“Seperti yang saya sampaikan sebelumnya terkait program makan bergizi gratis, kita percaya bahwa kita perlu membantu Indonesia untuk mendorong produksi industri pangan. Jadi ini sangat rasional membawa produk agroteknologi (

