Ilham Habibie Sebut Industrialisasi Indonesia Harus Didorong seperti Vietnam
JAKARTA, investortrust.id – Calon wakil gubernur (cawagub) Jawa Barat (Jabar) nomor urut 3, Ilham Akbar Habibie menyebutkan, Indonesia dapat keluar dari perangkap pendapatan menengah atau middle income trap. Hal ini salah satunya dengan terus mendorong industrialisasi seperti yang dilakukan Vietnam.
“Kalau kita lihat semua negara yang mampu keluar dari middle income trap, itu karena dia mendorong industrinya. Contoh kasus saat ini, Vietnam. Vietnam itu memiliki pertumbuhan (ekonomi) 7,2%, dan industrinya itu hampir 30% daripada PDB nasionalnya. Di Indonesia 18% (dari PDB nasional),” kata Ilham Habibie dalam podcast Konvergensi di Perpustakaan BJ Habibie dan Ainun, Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Baca Juga
Ilham Habibie Ungkap Alasan Terjun ke Politik dan Maju Pilgub Jabar 2024
Menurutnya, pemerintah era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka harus bisa membuat suatu gebrakan baru dalam dunia industri guna menggapai cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Kita tidak bisa melakukan kebijakan ekonomi industri kita dengan cara seperti ini, dengan menetapkan tujuan kita tahun 2045 harus sudah maju. Kita harus ada gebrakan. Dan insyaallah, pemerintah saat ini akan mendorong kebijakan industri, lebih mendalami industrinya menjadi menciptakan nilai tambah yang baik,” ucap Habibie.
Sebelumnya, Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi negaranya akan mencapai 6,5 hingga 7% pada 2025 mendatang. Mengutip Bloomberg pada Selasa (12/11/2024), dalam sebuah unggahan di laman resmi pemerintah, Chinh mengatakan Vietnam juga akan berupaya mendorong pertumbuhan tersebut ke level 7 hingga 7,5%.
Pengumuman target tersebut muncul menjelang pidato Chinh di Majelis Nasional pada 21 Oktober 2024 pagi yang akan membahas kesehatan ekonomi negara itu. Dalam pernyataannya, Chinh memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2024 mencapai 7% serta menargetkan tingkat inflasi 2025 sekitar 4,5% secara rata-rata.
Target pertumbuhan yang dipatok Chinh lebih optimistis dibandingkan perkiraan laju pertumbuhan 6,1% untuk Vietnam pada 2025 oleh International Monetary Fund (IMF).
Baca Juga
Cawagub Jawa Barat Ilham Habibie Sebut 3 Wilayah Jabar Ini Berpotensi Tarik Minat Investor
Dalam unggahan tersebut, Chinh mengatakan produk domestik bruto (PDB) per kapita tahun 2025 akan menjadi sekitar US$ 4.900. Pemerintah juga berupaya untuk meningkatkan ukuran ekonomi menjadi sekitar US$ 780 - US$ 800 miliar pada 2030.
Adapun data dari Bank Dunia menyebutkan, PDB Vietnam sebesar US$ 433 miliar pada 2023 lalu. Vietnam yang bergantung pada ekspor membukukan pertumbuhan ekonomi 7,4% pada kuartal III-2024 seiring dengan upaya pemerintah menyeimbangkan pengendalian inflasi dengan peningkatan momentum pertumbuhan ekonomi.
Vietnam juga tengah berupaya memulihkan diri dari Topan Super Yagi, yang menewaskan ratusan jiwa penduduk dan menyebabkan kerugian ekonomi sekitar US$ 3,3 miliar.

